Macet DKI Disebut Turun 8 Persen karena Proyek Rampung Bareng

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 08:51 WIB
Macet DKI Disebut Turun 8 Persen karena Proyek Rampung Bareng Suasana jalanan di kawasan protokol Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemacetan di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta disebut turun sekitar 8 persen. Data ini dirilis sebuah aplikasi peta bernama TomTom. Berdasarkan aplikasi itu, Jakarta menjadi kota dengan kondisi paling macet nomor 7 di dunia.

Menyikapi hal tersebut, Pengamat Tata Kota Nirwono Joga mengatakan penurunan angka itu tak bisa dikatakan seluruhnya akibat dari warga yang beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

Nirwono mengatakan selama beberapa tahun terakhir, kemacetan di jalan-jalan utama Jakarta yang berimbas ke wilayah sekitar imbas dari proyek-proyek infrastruktur. Namun, setelah proyek-proyek itu selesai dan mulai digunakan hampir berbarengan imbasnya beralih ke lalu lintas.


"Faktor utama berkurangnya kemacetan lalin adalah telah rampungnya sebagian besar proyek infrastruktur seperti Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Raya Terpadu (LRT)," kata Nirwono kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/6).


Selain pembangunan transportasi massal, sejumlah pembangunan infrastuktur yang sudah selesai dan telah digunakan seperti proyek untuk menunjang gelaran Asian Games 2018, jalan tol, jalan layang, jalan bawah tanah (underpass), dan penataan trotoar. Proyek itu semua diketahui sempat membuat Jakarta macet setidaknya dua tahun terakhir.

"Penataan trotoar Sudirman-Thamrin, dan persiapan Asian Games 2018. Bukan karena orang beralih ke transportasi massal ya," ujar Nirwono.

Sebaliknya, Nirwono mengkritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait transportasi. Menurut dia dua tahun terakhir tidak ada kebijakan Pemprov DKI yang signifikan untuk menekan angka kemacetan.

Hal yang terjadi, sambungnya, malah DKI membuka kemungkinan berpindahnya masyarakat ke transportasi umum dengan membuka keran sepeda motor melewati jalan Sudirman-Thamrin.

Menurut Nirwono, kebijakan tersebut merangsang masyarakat menggunakan kendaraan pribadi ke arah pusat Jakarta.

"Pencabutan pembatasan motor melintas Jalan Thamrin justru kontradiktif dengan mengajak orang beralih ke transportasi massal maupun mengurangi kemacetan lalin di pusat kota," ucap dia.


PR DKI Rezim Anies atasi Kemacetan Jakarta

Untuk itu, menurut Nirwono masih ada sejumlah pekerjaan rumah Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang harus diselesaikan untuk mengurangi kemacetan. Beberapa di antaranya adalah penyelesaian pengadaan Electronic Road Pricing (ERP) hingga perundingan sejumlah pemilik bus untuk bergabung ke TransJakarta.

"Bisa juga dengan penerapan e-parking progresif ke pusat kota, perluasan ganjil genap baik waktu maupun kawasannya, perbanyak penyediaan park and ride di pinggiran kota," tutur dia.

Sebelumnya Tom Tom merilis bahwa kota dengan predikat paling macet secara berturut-turut tingkat dunia adalah Mumbai (India), Bogota (Kolombia), Lima (Peru). Kemudian New Delhi (India), Moskow (Rusia), Istanbul (Turki), dan Jakarta.

Berdasarkan perhitungan aplikasi tersebut, Jakarta memiliki penurunan kepadatan lalu lintas paling signifikan sejak 2017 silam yakni 8 persen.

[Gambas:Video CNN] (ctr/kid)