Sidang MK, Jalan ke Istana Ditutup Kawat Duri dan Beton

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 12:29 WIB
Sidang MK, Jalan ke Istana Ditutup Kawat Duri dan Beton Aparat menutup sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Kepresiden saat MK menggelar sidang sengketa hasil Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah jalan di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta ditutup menggunakan kawat hingga papan beton (Moveable Concrete Barrier/MCB) saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6).

Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan sekitar pukul 11.10 WIB, ruas jalan yang ditutup sementara saat pelaksanaan sidang sengketa Pilpres 2019, di antaranya Jalan Medan Merdeka Utara.

Jalan tersebut dipasang kawat dan beton yang membentang di depan Kementerian Dalam Negeri. Pengendara diarahkan untuk mengambil jalan yang menuju ke Lapangan Banteng.


Kepadatan kendaraan terjadi mulai Jalan Medan Merdeka Timur, di depan Markas Kostrad, sampai Jalan Katerdal, antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Pengguna jalan juga tak bisa melalui ruas Jalan Veteran yang mengarah ke Istana. Ruas jalan tersebut ditutup dengan pagar kawat. Pengendara mobil maupun motor harus memutar balik.

Kemudian Jalan Veteran III ditutup pagar kawat. Tampak sejumlah personel Polri tengah bersiaga di tepi jalan. Mereka duduk sembari berbincang dengan tameng berjejer di pinggir jalan.

Pagar kawat juga dipasang di Jalan Majapahit, di ujung lampu lalu lintas arah Harmoni. Pengendara diarahkan untuk lurus ke Jalan Suryopranoto dan Jalan Gajah Mada.

Sementara Jalan IR Juanda masih bisa dilalui. Presiden Joko Widodo disebut selama penutupan sejumlah ruas jalan sekitar Istana, masuk melalui pintu gerbang Jalan IR Juanda.

Jalan Medan Merdeka Barat dari Patung Arjuna Wijaya juga ditutup. Di sana dipasang pagar kawat dan papan beton yang membentang menutup jalan yang mengarah ke MK maupun Istana.

Bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas agar menghindari ruas jalan tersebut. Terjadi kepadatan kendaraan di ruas jalan sekitar jalan yang ditutup pagar kawat dan papan beton.

Sebanyak 13.747 personel gabungan dari TNI-Polri turut diterjunkan mengamankan jalannya sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 di MK.

"Personel yang ada di Gedung Mahkamah Konstitusi sebanyak 13.747," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan usai apel pagi, Selasa (18/6).

Harry mengimbau agar masyarakat tak perlu berbondong datang ke gedung MK. Ia mengatakan Polri dan TNI sudah menyiapkan cara bertindak jika terdapat sesuatu yang dianggap mengganggu.

"Kami dari Kepolisian-TNI sudah siapkan cara bertindak di lapangan apabila ada aksi massa dan pengamanan lainnya," kata dia. (fra/wis)