19 Penumpang Tewas, Nakhoda Kapal Sumenep Jadi Tersangka

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 13:26 WIB
19 Penumpang Tewas, Nakhoda Kapal Sumenep Jadi Tersangka Petugas mengidentifikasi korban meninggal dunia kecelakaan perahu tenggelam di kantor Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (18/6). ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menetapkan nakhoda kapal layar motor (KLM) Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep, Jawa Timur sebagai tersangka. Diketahui perahu diduga kelebihan muatan itu menewaskan 19 orang saat karam, Senin (17/6).

"Polres (Sumenep) tetapkan nakhoda sebagai tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/6).

Penetapan nakhoda kapal sebagai tersangka lantaran yang bersangkutan diduga melakukan kelalaian sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. "Penerapan pasal sementara 359 KUHP dan pasal-pasal tentang pelayaran, sedang didalami dulu oleh penyidik," tutur Dedi.


Dedi menyampaikan saat ini penyidik Polres Sumenep masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut terhadap nakhoda kapal.


Dedi menuturkan dugaan sementara tenggalam kapal tersebut karena faktor cuaca buruk. Kendati demikian, Polres Sumenep juga bakal menyelidiki soal kemungkinan faktor kelebihan muatan kapal tersebut.

"Masih didalami apakah overload," ujarnya.

KLM Arim Jaya diketahui berlayar dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin pagi, 17 Juni, sekitar pukul 07.00 WIB, tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Penumpang diketahui sebanyak 60 orang.

Kapal kecil terbuat dari kayu berukuran 3 gross tonnage (GT) yang dengan Arim itu kemudian terguling dan tenggelam akibat dihantam ombak saat melintas di pertengahan perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, wilayah Kabupaten Sumenep. Karamnya kapal diketahui terjadi pada pukul 15.00 WIB.


Sementara itu, Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) memastikan 19 orang tewas seluruhnya telah teridentifikasi.

"Termasuk dua jenazah yang baru ditemukan dan dievakuasi tadi pagi juga telah teridentifikasi, masing-masing adalah Rehan, laki-laki usia lima tahun dan Putri, perempuan usia sembilan tahun. Keduanya asal Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep," kata Kepala Hubungan Masyarakat Basarnas Kota Surabaya Tholib Mahameru, Rabu (19/6) dikutip Antara.

"Seluruh korban meninggal dunia adalah warga Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep. Dijadwalkan pada pagi hari ini setelah menjalankan proses identifikasi di RSUD Sumenep, Pulau Madura, akan dibawa menuju ke Pulau Guwa Guwa menggunakan dua kapal," katanya.

Kapal Negara (KN) SAR 225 Widura bertugas mengawal dua kapal yang pada pagi hari ini dijadwalkan membawa seluruh jenazah menuju ke Pulau Guwa Guwa.

(dis/ain)