Dugaan Oknum Polisi Terlibat, Polda Minta Bukti Tim Novel

CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019 11:27 WIB
Dugaan Oknum Polisi Terlibat, Polda Minta Bukti Tim Novel Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, harus disertai bukti. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan itu, Jumat (21/6), sebagai respons terhadap ucapan kuasa hukum Novel.

"Ya, jadi kalau misalnya ada data, ada fakta silakan," ujar Argo kepada wartawan, Jum'at (21/6).

Argo mengimbau agar tim kuasa hukum Novel Baswedan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Sebab, kata dia, jika tidak terbukti kebenarannya itu bisa masuk ke dalam kategori fitnah.


"Tapi, kalau enggak ada data dan fakta, itu larinya ke fitnah. Jadi, jangan asumsi atau berprasangka," tuturnya.

Dugaan keterlibatan oknum polisi itu diungkapkan oleh tim kuasa hukum Novel Baswedan, kemarin, usai pemeriksaan klien mereka oleh Tim Gabungan Bentukan Kapolri.

Salah satu kuasa hukum Novel, Arief Maulana mengatakan dalam pemeriksaan itu Novel ditanya soal korupsi proyek e-KTP dan rencana operasi tangkap tangan (OTT) pengusaha yang berkaitan dengan reklamasi Jakarta.

Arief mengklaim tim gabungan bentukan Polri juga menyodorkan nama anggota kepolisian dalam pemeriksaan.

Nama anggota polisi tersebut berkaitan dengan penggagalan OTT di kasus reklamasi Jakarta. Namun Arief tidak menyebutkan siapa oknum polisi yang disodorkan namanya oleh tim gabungan itu. 

"Tadi keterlibatan anggota kepolisian ada pertanyaan yang diajukan oleh salah satu anggota tim kepada mas Novel. Beliau menyebutkan nama salah satu anggota kepolisian. Dia berkaitan dengan kasus penggagalan OTT KPK di kasus reklamasi," kata Arief di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6).

Sementara itu anggota Tim Gabungan bentukan Kapolri, Ifdhal Kasim membantah pihaknya sudah sampai pada dugaan keterlibatan anggota polisi di kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Itu persepsi mereka ya yang pasti kami belum sampai pada satu kesimpulan yang ke sana," kata dia terpisah.

Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan finalisasi-finalisasi penyelidikan penyerangan Novel Baswedan. Namun ia tidak menyangkal pihaknya menyodorkan sejumlah nama kepada Novel.

"Yang jelas kita mengkonfirmasi beberapa nama, lah, untuk sejauh mana Pak Novel mengetahui. Termasuk kasus-kasus yang diselidiki oleh Pak Novel juga kita tanyakan, misal e-KTP, dan yang lain lain," kata Ifdhal.

Kata Ifdhal, tim gabungan ingin mencari korelasi antara kasus dan nama yang disodorkan itu dengan penyiraman air keras yang dialami Novel.

Di sisi lain, Novel mengatakan nama polisi yang disodorkan oleh tim gabungan bentukan Kapolri itu tidak berkaitan dengan kasus penyerangan yang dialaminya.

"Jadi sebetulnya begini terkait nama yang disampaikan itu di luar dari perkara ini," kata Novel.


(ryn/wis)