Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kesaksian saksi fakta 01 tidak sesuai dengan kenyataan.
"Saksi 01 ini seharusnya bisa membantu TKN dan KPU, tapi ternyata justru saksi 01 ini memperkuat kesaksian (saksi 02) sebelumnya," ujar Dahnil di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berkata Anas Nashikin membenarkan bahwa Jokowi hadir dalam Training of Trainer (ToT), seperti telah disampaikan oleh saksi fakta 02 Hairul Anas dalam sidang sebelumnya.
"Kan, faktanya dan jejak digitalnya Pak Jokowi hadir. Bahkan yang menyambut waktu itu adalah Cak Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar). Dan tadi ada banyak pernyataan-pernyataanya tidak konsisten," ujarnya.
Terkait dengan hal itu, Dahnil menilai telah mempertegas bahwa ada fakta kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif lewat ToT. Ia menyebut ToT merupakan hulu dari kecurangan pemilu yang TSM.
"Jadi hulunya dari ToT itu," ujar Dahnil.
"Biasanya staf ahli pinter-pinter. Dia pasti baca informasi. Masa ketika ditanya Pak Moeldoko itu jabatan publik apa dia tidak tahu. Itu ada kemungkinan, pertama dia berbohong dan kedua dia ya pakai inilah, Anda tahu maksud saya, jadi dia pakai titik titik," ujarnya.
"Dan ada kebohongan yang konsisten yang dilakukan oleh saksi yang tadi tampil," ujar Dahnil.
[Gambas:Video CNN] (jps/dal)