KPK Periksa Nasir soal Kasus Suap Anak Buah Bowo Sidik

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 15:51 WIB
KPK Periksa Nasir soal Kasus Suap Anak Buah Bowo Sidik Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir.

Nasir akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain yang terkait jabatan.

Dalam pemeriksaan, Nasir akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung, anak buah Bowo Sidik.


"Saksi Muhammad Nasir diperiksa untuk tersangka IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/6).


Sebelumnya, ruang kerja M Nasir di Gedung DPR digeledah KPK pada Sabtu (4/5) silam. Febri menyebut penggeledahan itu terkait kasus yang menjerat anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menduga pemberian terhadap Bowo Sidik itu terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, tak ada barang bukti yang disita tim penyidik saat menggeledah ruang kerja Nasir.

Bowo sendiri bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti dan Indung, sebelumnya ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Bowo diduga meminta komisi kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$2 per metric ton. Ada enam kali penerimaan yang diduga telah terjadi sebelumnya di sejumlah tempat sebesar Rp221 juta dan US$85.130.

KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus dugaan suap kerja sama distribusi pupuk. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan ke amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.


[Gambas:Video CNN] (sas/pmg)