Wiranto soal Penangguhan Eggi: Proses Hukum Tetap Berjalan

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 16:13 WIB
Menkopolhukam Wiranto meminta kepada para tersangka, Eggi Sudjana dan Soenarko untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengingatkan proses hukum yang masih berjalan terhadap para tersangka makar. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menegaskan penangguhan penahanan yang diberikan kepada tersangka dugaan makar Eggi Sudjana dan tersangka kepemilikan senjata ilegal Soenarko tak menghilangkan proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

Wiranto menegaskan bahwa proses perkara hukum terhadap kedua tokoh tersebut masih tetap berjalan meskipun penahanannya ditangguhkan.

"Ditangguhkan bukan perkaranya ya. tapi penahanannya. Sehingga tidak menghilangkan proses hukumnya, proses hukum tetap berjalan. Apapun hasilnya," kata Wiranto saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (25/6).


Wiranto mengimbau agar kedua tokoh tersebut tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan di kepolisian. Ia pun mendorong pihak kepolisian dapat memproses secara adil dan objektif.


Wiranto soal Penangguhan Eggi: Proses Hukum Tetap BerjalanEggi Sudjana (melambaikan tangan). CNN Indonesia/Dias Saraswati

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu mengaku belum mengetahui secara pasti apakah proses penangguhan penahanan kedua tokoh merupakan hasil negosiasi dengan Prabowo Subianto. Diketahui, kedua tokoh tersebut merupakan pendukung utama dari pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

"Ya nanti kita tanya pak Tito dulu ya. Apakah itu dalam proses negosiasi atau katakanlah kompromi tertentu, atau yang bersangkutan minta untuk bertemu dengan familinya sementara, atau masalah kesehatan kan nanti dijawab sama Polri," kata dia.

Di sisi lain, Wiranto menegaskan tak ada perbedaan perlakuan hukum antara kedua tokoh tersebut dengan tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Kivlan sendiri belum diberikan proses penangguhan penahanan oleh pihak kepolisian sampai saat ini.


Wiranto menjelaskan bahwa kewenangan untuk memberikan penangguhan penahanan bagi seseorang ada di tangan pihak kepolisian.

"Surat [Kivlan] boleh kirim ke saya, tetapi saya pribadi saya katakan saya sudah memaafkan, ya tidak ada masalah. Pribadi memaafkan tetapi proses hukum kan tetap berjalan. Mengapa? Karena saya sebagai Menkopolhukam tak mungkin mengintervesi hukum," kata dia.

"Kemudian kalau saran kemudian Kivlan Zen ternyata tidak ada penangguhan penahanan itu wilayah polisi, bukan wilayah saya," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (rzr/ain)