JK Imbau Munas Golkar Digelar Normal, Tak Perlu Dipercepat

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 20:53 WIB
JK Imbau Munas Golkar Digelar Normal, Tak Perlu Dipercepat Menurut JK sebaiknya Munas Golkar dilaksanakan sesuai periode kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum yang baru akan berakhir pada Desember nanti. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pelaksanaan musyawarah nasional (munas) Partai Golkar tak perlu dipercepat karena masa kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum parpol itu akan berakhir pada Desember 2019.

"Udah capek Munaslub di Golkar. Jadi normal sajalah, toh sekarang sisa enam bulan. Nanti Desember akan munas biasa, tunggulah," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (25/6).


Selain itu, pelaksanaan munas hingga pencalonan bagi ketua umum yang ingin maju juga butuh biaya besar.


"Ya kenyataannya munas itu ongkosnya besar, baik ongkos penyelenggaraan, ongkos calonnya," ucap pria yang juga pernah menjabat Ketua Umum Golkar tersebut.

Saat disinggung soal calon ketum yang berpotensi memimpin Golkar, JK mengaku tak lagi memiliki hak suara.

Belakangan, muncul nama Airlangga dan Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang santer disebut bakal mencalonkan diri menjadi ketua umum partai tersebut dalam munaslub mendatang. Airlangga yang saat ini menjabat Ketua Umum Golkar, dan Bamsoet yang merupakan Wakorbid Pratama DPP Golkar disebut JK telah menemui dirinya.

"Saya tidak punya hak suara lagi. Jadi saya tidak mikirkan itu yang mana. Kalau saya punya hak suara tentu saya timbang-timbang, tapi sekarang tidak ada hak suara lah," ucap JK.

Dalam bursa caketum Golkar, nama Bamsoet mencuat termasuk pula ketum petahana, Airlangga Hartarto. Airlangga sudah resmi menyatakan akan maju kembali mencalonkan diri jadi ketum Golkar. Sementara itu, Bamsoet mengaku masih menunggu putusan sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

(psp/kid)