Sebab, kuota yang lebih besar ditujukan kepada sekolah yang berakreditasi lebih tinggi. Sementara, zonasi bertujuan untuk memeratakan kualitas sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, sistem zonasi diketahui berfungsi untuk menghilangkan favoritisme pada sekolah. Dengan jumlah kuota SNMPTN yang lebih besar untuk sekolah dengan akreditasi tinggi, sekolah yang bersangkutan akan terus menjadi favorit incaran calon siswa.
Ratusan wali murid memprotes PPDB dengan sistem zonasi, di Surabaya, Rabu (19/6). (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman) |
Hamid menjelaskan perubahan itu pasti terjadi mengingat kuota untuk sekolah akreditasi A pada masa Mendikbud Muhammad Nuh sebesar 60 persen. Jumlah tersebut turun pada tahun ini menjadi 40 persen.
Meskipun begitu, Hamid mengatakan tidak bisa mengupayakan hal lebih jauh terkait dengan perubahan tersebut. Ia menyebut LTMPT sebagai lembaga yang mengurus masalah perguruan tinggi bekerja secara independen.
Oleh karenanya, lanjut dia, Kemendikbud akan mengusahakan agar kelanjutan dari sistem zonasi ini tidak hanya terkait PPDB, namun juga pada pemerataan kualitas sekolah. Salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur sekolah, terutama sekolah-sekolah baru. Kemudian pemerataan tenaga pendidik kompeten dan kepala sekolah.
"Yang paling penting itu adalah meredistribusi guru-guru terbaik jangan sampai hanya numpuk di satu sekolah umumnya kan di sekolah favorit," ujarnya
Orangtua siswa antre PPDB di SMAN 8 Jakarta, Senin (24/6). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sebelumnya Mendikbud Muhadjir Effendy telah mengkritisi kebijakan pemeringkatan siswa melalui akreditasi sekolah itu. Menristek Dikti pun telah menanggapi dan mengatakan akan mengevalusai kebijakan tersebut.
(ani/arh)
Ratusan wali murid memprotes PPDB dengan sistem zonasi, di Surabaya, Rabu (19/6). (
Orangtua siswa antre PPDB di SMAN 8 Jakarta, Senin (24/6). (CNN