Udara Jakarta Disebut Buruk, DKI Klaim Beda Standar Ukuran

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 15:11 WIB
Udara Jakarta Disebut Buruk, DKI Klaim Beda Standar Ukuran Mesin pengukur kualitas udara di area Gelora Bung Karno, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan situs pengukuran udara airvisual.com yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan kualitas udara paling buruk atau berstatus Very Unhealthy pada 25 Juni.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Andono Warih menjelaskan bahwa standar yang digunakan oleh Airvisual adalah standar Amerika Serikat.

"Sedangkan, standar yang digunakan di Indonesia dalam Kepmen LH Nomor KEP-45/MENLH/10/1997 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mengatur hanya standar partikel debu PM 10," kata Andono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6).

Dikutip dari situs bmkg.go.id, Partikulat (PM10) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer).

Di Amerika Serikat, lanjut Andono, parameter yang dominan digunakan adalah PM 2,5 atau partikel debu yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron. Sehingga, kata dia, angka pencemaran udara bisa lebih tinggi.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, kata Andono, memiliki data pembanding berdasarkan pemantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di wilayah Jakarta. Beberapa di antaranya yaitu di Bundaran HI, Kelapa Gading, dan Jagakarsa.

Dijelaskan Andono, pada hari Selasa, 25 Juni 2019, ISPU DKI Jakarta dalam kategori Sedang di seluruh Ibu Kota.

"Lokasi pemantauan SPKU milik DKI hasil pengukurannya tidak setinggi data AirVisual, sehingga tidak dapat dikatakan seluruh wilayah Jakarta kualitas udaranya buruk sepanjang waktu," kata Andono.

Adapun banyaknya polusi yang terjadi di Jakarta disebut Andono karena sejumlah proyek yang masih berjalan. Menurut Andono, wajar jika kota yang sedang membangun terdapat polusi ekses pembangunan.

"Debu akibat berbagai proyek pembangunan tersebut turut menurunkan kualitas udara di Jakarta, hal ini cukup wajar sebagai kota metropolitan yang sedang giat membangun," tutur dia.

Untuk hari ini per tanggal 27 Juni pukul 12.35 WIB, Jakarta berada di urutan kedua setelah Delhi, India dengan kota udara buruk.

Air Quality Index (AQI) and Poluiton yang dirilis airvisual.com memberi Jakarta poin 163 dengan status unhealthy atau tidak menyehatkan.

[Gambas:Video CNN]


(CTR/arh)