Bamsoet Ungkap 4 Nama Potensial Lain di Bursa Caketum Golkar

CNN Indonesia | Kamis, 27/06/2019 19:35 WIB
Bamsoet Ungkap 4 Nama Potensial Lain di Bursa Caketum Golkar Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (tengah). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan terdapat sejumlah nama kader yang berpotensi maju di bursa calon ketua umum (caketum) parpol tersebut di Musyawarah Nasional (Munas) mendatang selain dirinya dan calon petahana Airlangga Hartarto.

Sosok yang karib disapa Bamsoet itu mengatakan mereka adalah Ridwan Hisjam, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, dan Aziz Syamsuddin.

"Masih banyak yang lain. Saya kira, saya hanya salah satunya. Banyak yang bagus-bagus [kader] Golkar. Ada Ridwan Hisjam, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Aziz Syamsuddin dan banyak [lainnya]," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (27/6).



Bamsoet mengatakan semakin banyak kader yang maju meramaikan bursa caketum akan memberikan dampak yang positif bagi partai berlambang pohon beringin tersebut. Sebab, kata Bamsoet, Munas Golkar yang rencananya diselenggarakan pada Desember 2019 mendatang akan menjadi ajang untuk mengevaluasi kepengurusan saat ini agar lebih baik di periode mendatang.

"Kita mendorong mereka maju dan saya kira mereka ingin memperbaiki partai ini. Munas ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki dan mengevaluasi kepengurusan yang lalu agar lebih baik di masa depan," katanya.

Terkait rencana pencalonan dirinya, Bamsoet mengaku telah menemui sejumlah senior Golkar seperti Jusuf Kalla (JK), BJ Habibie, dan Akbar Tandjung. Kunjungan itu, menurutnya, dilakukan bersama dengan Airlangga untuk meminta nasihat jelang Munas Golkar.

Dalam kunjungan tersebut, kata Bamsoet, para senior Golkar berpesan agar kegaduhan dan upaya pecah belah tidak terjadi di Munas Golkar mendatang.

"Saya dan Airlangga bertemu JK. Intinya sama, menyambut baik kontestasi yang akan terjadi di Golkar dan itu tidak bisa dihindari. Hanya berpesan tidak boleh gaduh," ucap Ketua DPR RI itu.

(mts/kid)