DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Pimpinan KPK pada September

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 12:46 WIB
DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Pimpinan KPK pada September Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK digelar September 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan pihaknya berencana menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada September 2019.

Hal itu terkait akan berakhirnya masa penugasan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK ada 4 Juli mendatang.

"September dimulai dan kita ambil putusan sebelum kita berakhir. Mereka akan dilantik sebagaimana periode yang lalu pada bulan Desember oleh presiden yang baru yang akan diumumkan tanggal 28 pikiran saya Pak Jokowi," kata politikus yang akrab disapa Bamsoet di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (24/6).


Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan pelaksanaan penugasan uji kelayakan para calon pimpinan KPK sudah diserahkan ke Komisi III DPR.


Meski uji kelayakan digelar September, Bamsoet menegaskan para calon pimpinan KPK terpilih nantinya tetap akan dilantik pada Desember 2019.

Sebab, kata dia, pimpinan KPK saat ini atau periode masa jabatan 2015-2019 akan berakhir pada Desember mendatang.

"Jadi bukan artinya kalau fit and proper test sekarang akan diganti sekarang. Enggak mendiskon periodisasi kepemimpinan KPK yang hari ini berjalan sampai Desember. Baru nanti dilantik di Istana Negara oleh presiden," kata dia.

Di sisi lain, Bamsoet membantah bahwa pihaknya tak percaya pada anggota DPR di periode selanjutnya yang akan dilantik pada Oktober 2019 untuk menggelar uji kelayakan capim KPK.


Ia menyatakan uji kelayakan tersebut harus segera mungkin digelar mengingat terbatasnya masa penugasan Pansel Capim KPK yang akan segera berakhir.

"Bukan, ya ini sudah biasa terjadi. Kan, penugasan pansel terbatas, akan berakhir segera. Akan selesai tanggal 4, lalu kami menunggu 10 nama yang menurut pansel terbaik, kita pilih lima. Bukan soal percaya atau tidak percaya," kata Bamsoet.

Sebelumnya, anggota Pansel KPK Hendardi menyatakan sampai 20 Juni 2019 lalu sudah ada 20 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi sejak sejak dibuka pada Senin, 17 Juni lalu.

"Jumlah pendaftar 17-20 Juni 2019 sebanyak 20 orang," kata anggota Pansel KPK, Hendardi.

(rzr/pmg)