Ketum Muhammadiyah Berharap Rekonsiliasi Bukan Cuma Retorika

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 14:54 WIB
Ketum Muhammadiyah Berharap Rekonsiliasi Bukan Cuma Retorika Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasher. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan ucapan selamat untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019.

Haedar juga menyinggung retorika politik usai Pemilu 2019 adalah keniscayaan dan bukan cuma retorika publik.

Menurut Haedar, keputusan MK telah menjadi rujukan konstitusional bagi para pihak yang bersengketa dalam pemilu pilpres dan bagi segenap komponen bangsa.


"Diucapkan selamat kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf atas terpilihnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 dengan amanat yang sangat berat. Selamat pula kepada Prabowo-Sandi yang menunjukkan sikap legowo sebagai contoh keteladanan politik bangsa," kata Haedar di Yogyakarta, Jumat (28/6), seperti dilansir dari Antara.

Haedar mengatakan tugas dan tantangan bersama Bangsa Indonesia saat ini dan ke depan sangat berat di berbagai bidang kehidupan. Perlu tekad dan kesungguhan politik yang tinggi bagi pemegang mandat rakyat, melebih kemenangan itu sendiri.

Dia menuturkan Indonesia membutuhkan kebersamaan dari seluruh kekuatan nasional. Tak perlu lagi politik partisan kubu 01 dan 02.

Selain itu, Haedar mengingatkan presiden dan wakil presiden terpilih harus bekerja untuk semua dan bukan untuk golongan pemilih atau pendukungnya saja.

"Rekonsiliasi politik dan kultural menjadi keniscayaan dari seluruh pihak secara autentik dan sungguh, bukan sebagai retorika publik," kata Haedar.

"Jauhi pula keterbelahan bangsa akibat sikap politik yang negatif dan ekses dari pemilu. Jangan sampai Indonesia terkavling-kavling dalam primordialisme dan pengkutuban politik, agama, dan golongan yang menyebabkan lemahnya persatuan Indonesia," ujarnya menambahkan.

Terpisah, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas memuji pidato yang disampaikan Jokowi dan Prabowo usai putusan MK.

Yaqut menilai pidato dua tokoh itu memberikan sinyal menerima putusan MK.

"Pak Prabowo pun sudah memberikan contoh pembelajaran politik yang baik dengan mengakui keputusan MK," ujar Yaqut. 

Dengan pernyataan dua kontestan pilpres itu, lanjut dia, GP Ansor mendukung upaya rekonsiliasi antara dua pihak demi persatuan Indonesia.

"Pak Jokowi dan Pak Prabowo selama ini bersahabat baik. Mereka berdua adalah negarawan, tahu saatnya berkompetisi dan saatnya berangkulan seiring sejalan. Jalan rekonsiliasi Insya Allah sebentar lagi terwujud," kata Yaqut.
[Gambas:Video CNN] (wis/wis)