"Tingkat pencapaian ini hasil kerja di masa lalu oleh beberapa pihak dan instansi," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian dilakukan oleh lembaga transportasi dunia seperti Institute for Transportation and Develompment Policy (ITDP), Bank Dunia dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI).
Lihat juga:Tiga PR Besar untuk Jakarta ala Anies |
Secara teknis, Djoko mengakui ada sejumlah peningkatan di moda transportasi Ibu Kota. Ia mencontohkan pada tahun 2012 baru ada 6 koridor TransJakarta, di tahun 2014 ada 39 koridor TransJakarta dan di tahun 2017 ada sekitar 80 koridor TransJakarta termasuk rute rintisan seperti Jak Lingko.
"Selain itu pengguna KRL juga meningkat pesat sejak tahun 2013. Layanan hingga Rangkas Bitung dan Cikarang, artinya Direktorat Jendral Kereta Api juga banyak berbuat di sini," jelas dia.
Dia pun menyimpulkan secara umum perubahan ini mulai bergerak cepat sejak tahun 2012. Karena itu ia mengatakan ada andil dari pemerintah dan kepemimpinan yang mengeksekusi revitalisasi transportasi secara cepat.
Diketahui, Jakarta meraih posisi tiga besar setelah kota Pune di India dan Kota Kigali di Rwanda. Adapun penilaian Jakarta karena konsep eksekusi, integrasi antarmoda transportasi publik, peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun dan halte serta keberhasilan meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta.
Pada periode 2012-2014, Jakarta dipimpin oleh pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama alias Ahok. Pada 2014-2017, DKI dipimpin oleh Ahok-Djarot Siaful Hidayat.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)