Pakar Soal Transportasi DKI 3 Besar Dunia: Andil Masa Lalu

CNN Indonesia | Sabtu, 29/06/2019 05:32 WIB
Pakar Soal Transportasi DKI 3 Besar Dunia: Andil Masa Lalu Bus TransJakarta dianggap berdampak pada perbaikan transportasi Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan posisi tiga besar kota dengan perbaikan sistem transportasi di dunia merupakan hasil kerja di masa lalu.

"Tingkat pencapaian ini hasil kerja di masa lalu oleh beberapa pihak dan instansi," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/6).

Sebelumnya, ajang penghargaan transportasi Sustainable Transport Award (STA) 2019 yang dilaksanakan di Brazil menempatkan Jakarta sebagai satu dari tiga kota terbaik dunia dalam perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun resmi instagramnya @aniesbaswedan menjelaskan itu dinilai dari segi visi, konsep, dan eksekusi yang dijalankan setiap kota.

Penilaian dilakukan oleh lembaga transportasi dunia seperti Institute for Transportation and Develompment Policy (ITDP), Bank Dunia dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI).

Djoko menjelaskan ada banyak pihak yang turut terlibat dalam pengembangan transportasi Ibu Kota salah satunya ialah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). BPTJ membentuk Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang dieksekusi oleh pemerintah.

Secara teknis, Djoko mengakui ada sejumlah peningkatan di moda transportasi Ibu Kota. Ia mencontohkan pada tahun 2012 baru ada 6 koridor TransJakarta, di tahun 2014 ada 39 koridor TransJakarta dan di tahun 2017 ada sekitar 80 koridor TransJakarta termasuk rute rintisan seperti Jak Lingko.

"Selain itu pengguna KRL juga meningkat pesat sejak tahun 2013. Layanan hingga Rangkas Bitung dan Cikarang, artinya Direktorat Jendral Kereta Api juga banyak berbuat di sini," jelas dia.

"Ditambah lagi TransJakarta Jabodetabek membuat masyarakat beralih ke transportasi umum," lanjutnya.

Dia pun menyimpulkan secara umum perubahan ini mulai bergerak cepat sejak tahun 2012. Karena itu ia mengatakan ada andil dari pemerintah dan kepemimpinan yang mengeksekusi revitalisasi transportasi secara cepat.

Diketahui, Jakarta meraih posisi tiga besar setelah kota Pune di India dan Kota Kigali di Rwanda. Adapun penilaian Jakarta karena konsep eksekusi, integrasi antarmoda transportasi publik, peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun dan halte serta keberhasilan meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta.

Pada periode 2012-2014, Jakarta dipimpin oleh pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama alias Ahok. Pada 2014-2017, DKI dipimpin oleh Ahok-Djarot Siaful Hidayat.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)