Prasetyo pun membantah salah satu yang diamankan penyidik KPK itu adalah anaknya.
"Perlu diluruskan media, hoaks itu, dikatakan anaknya jaksa agung (yang tertangkap). Itu hoaks, saya enggak mengerti (kenapa menyebar hoaks)," ujar Prasetyo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (28/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi Jaksa Agung, oknum siapa pun yang melakukan kejahatan tidak akan ada kompromi. Tidak ada kompromi. Tidak akan kejaksaan akan membela atau melarang untuk penanganan," tegas Prasetyo.
Ia pun menegaskan, selain proses hukum yang tengah dilakukan KPK, pihaknya pun akan berkolaborasi dengan lembaga antirasuah untuk mengusut dugaan pidana tersbeut.
Operasi penangkapan jaksa terduga pelaku tipikor itu dilakukan penyidik KPK pada sore tadi di Gedung Kejati DKI Jakarta, Jalan H Rasuna Said, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat ini lokasi kompleks Gedung Kejati DKI Jakarta terpantau sepi. Saat pewarta mencoba masuk ke dalam kompleks Kejati DKI, petugas keamanan tidak memperbolehkannya.
"Untuk sementara ini enggak bisa masuk dulu," kata petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya itu.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi yang disampaikan KPK terkait penangkapan dua jaksa tersebut.