"Kedatangan KPK sebagai bentuk sikap menghargai pelaksanaan tugas Ombudsman tersebut," kata Yuyuk di Jakarta, Jumat (28/6).
Yuyuk mengatakan, pihaknya bakal menyampaikan dokumen, seperti penetapan pengadilan dan berkas lain terkait dengan waktu keluar Idrus dari Rutan. Hal ini merupakan penegasan bahwa informasi yang disampaikan pihak perwakilan Ombudsman Jakarta Raya saat konferensi pers pada Kamis (27/6) kemarin keliru dan terburu-buru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyertakan video berisi gambar Idrus yang tengah pelesiran dan menggunakan ponsel. Ombudsman menyatakan bahwa pihaknya menemukan Idrus tengah berkeliaran bebas di gedung Citadines, Kuningan, Jakarta Selatan sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Febri memastikan bahwa Idrus keluar sesuai dengan izin yang dikeluarkan Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Febri menjelaskan Idrus keluar dari Rutan dan menuju ke Rumah Sakit MMC sekitar pukul 11.06 WIB Jumat 21 Juni 2019, untuk melakukan proses berobat sesuai penetapan yang diberikan.
Lantaran proses pengobatan belum selesai sementara waktu sudah mendekati salat Jumat, Idrus pun dibawa ke lokasi terdekat yang memungkinkan untuk melakukan ibadah.
"Kami duga pada saat proses inilah video yang ditayangkan diambil. Dan sebagaimana yang disampaikan KPK sebelumnya, karena akan berangkat menuju tempat salat Jumat maka tahanan tidak diborgol dan tidak menggunakan baju tahanan KPK namun berada dalam pengawasan ketat oleh bagian pengawalan tahanan," kata Febri.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh Nugroho, menjelaskan KPK dan Ombudsman akan membahas dan mencari tahu apakah dugaan maladministrasi yang mereka temukan benar terjadi atau tidak.
"Kalau terbukti, kita sampaikan ada maladministrasi oleh rutan KPK. Kalau tidak terbukti dan sudah sesuai prosedur, kami akan nyatakan tidak ada maladministrasi," terang Teguh kepada CNNIndonesia.com.
"Kita tanyakan kapan penggunaan rompi, kapan borgol boleh dibuka, kenapa tetap diberikan handphone, kenapa tidak petugasnya saja yang menelepon," jelas Teguh.
[Gambas:Video CNN] (sah/osc)