Selter Penampung Korban Kebakaran Kampung Bandan Dilelang

CNN Indonesia | Selasa, 02/07/2019 06:37 WIB
Selter Penampung Korban Kebakaran Kampung Bandan Dilelang Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, usai kebakaran yang terjadi pada Sabtu, (11/5) (CNN Indonesia/Ulfa Arieza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal membangun selter di dekat lokasi yang terbakar pada Mei di Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto menyatakan pembangunan selter untuk warga di Kampung Bandan itu sudah masuk dalam tahap pelelangan.

"Perkembangan terakhir kalau di kami, kami sedang proses lelang sambil nunggu lokasi di sana," kata Kelik di Balai Kota, Senin (1/7).


Lelang sudah dilakukan di Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) DKI Jakarta. Kendati sudah mulai lelang, Kelik mengakui pihaknya belum mengantongi surat izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.

"KAI belum, untuk kerja samanya kan masih dibahas. Kalau dari kami tinggal tunggu lokasi aja pembangunan selternya," ujar Kelik.

Sementara itu, Kepala Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari mengklaim pembahasan kerjasama DKI dengan PT KAI sudah selesai. Kini, DKI tinggal menunggu penandatanganan dari pihak PT KAI.

"MoU sedang proses tandatangan internalisasi. Kita tunggu saja. Dari kami sudah clear. DKI sudah tinggal kita tunggu," jelas Premi.

Adapun isi perjanjian tersebut, kata Premi, memiliki landasan hukum pembangunan dengan mekanisme government to government atau antarpemerintah. Adapun tiga pihak yang turut bekerjasama dalam pembangunan ini ialah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMD Sarana jJaya dan PT KAI.

Diketahui, proses pembangunan ini menelan biaya hingga Rp8 miliar. Pembangunan ini dimaksudkan bagi warga KTP DKI yang terkena dampak kebakaran di kawasan Kampung Bandan.

Selter yang dibangun untuk 230 Kepala Keluarga (KK) yang memiliki KTP DKI. Sementara diketahui ada sekitar 3.500 jiwa yang menjadi korban kebakaran sementara ini tinggal di tenda pengungsian.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)