Kepala RS Polri Brigadir Jenderal Musyafak mengatakan pihaknya akan merujuk SM ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang berada di daerah Bogor, Jawa Barat, pekan ini.
"Rencana kami, masukan dari dokter psikiater, kalau tidak hari Kamis, ya, Jum'at. Kita usulkan untuk rujuk di RSJ yang mana di sana barangkali fasilitas lebih lengkap dan sistemnya sudah ada," ujar Musyafak saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Selasa (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterlibatan dua dokter tersebut bukan merupakan satu-satunya parameter yang dipakai untuk menyimpulkan bahwa SM menderita gangguan kejiwaan. RS Polri sendiri melakukan observasi secara marathon dalam dua hari berturut-turut.
Dalam observasi ini RS Polri memantau tiap jam terhadap perubahan sikap seperti kegelisahan, suasana hati (eksaltasi). Kemudian SM diberi obat sehingga ketika tenang dilakukan wawancara.
SM sendiri telah menjalani perawatan sejak tahun 2013. Hingga kini perempuan berusia 52 tahun itu seharusnya masih menjalani rawat jalan dan minum obat secara teratur.
"Tapi itu tidak dilakukan. Padahal, dua pekan lalu juga masih jadwalnya untuk melakukan rawat jalan," sambungnya. (ryn/osc)