Via Vallen Akan Bersaksi di Sidang Kasus Kosmetik Ilegal

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 20:08 WIB
Via Vallen dan Nella Kharisma dijadwalkan akan memberikan kesaksian dalam kasus kosmetik ilegal dengan terdakwa Karina Indah Lestari di PN Surabaya. Via Vallen di Mapolda Jawa Timur. (CNNIndonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pedangdut Via Vallen dan Nella Kharisma dijadwalkan akan memberikan kesaksian dalam kasus kosmetik ilegal dengan terdakwa Karina Indah Lestari (26), di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Richard Marpaung mengatakan, pemanggilan keduanya ini adalah kali kedua, setelah mereka sempat tak hadir dalam sidang sebelumnya, Rabu (3/7).

"Untuk yang bersangkutan Via dan Nella akan kami panggil lagi untuk sidang Rabu (10/7), mendatang," ujar Richard saat dikonfirmasi, Jumat (5/7).
Pemanggilan Nella dan Via itu, kata Richard, lantaran keduanya diketahui pernah menjadi artis yang mengiklankan produk kosmetik besutan Karina.


Kata Richard, keterangan pelantun lagu Sayang dan Jaran Goyang tersebut pun dinilai sangat menguatkan pembuktian, bahwa Karina adalah pemilik kosmetik itu.

"Terdakwa ini meramu kosmetik palsu dan dua saksi Via maupun Nella hanya meng-endorse saja kan, jadi menguatkan pembuktian kepemilikan," ujar Richard.

Kasus ini bermula pada Desember 2018 lu saat Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar praktik produksi kosmetik ilegal yang diduga dilakukan Karina Indah Lestari, warga Putuk Banaran Kandangan, Kediri, Jatim.
Dalam pemasarannya, produk kosmetik oplosan yang tidak mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini menggunakan jasa artis terkenal yang memiliki jutaan pengikut untuk mempromosikan produknya. 

Selain Via dan Nella, ada pula artis dan selebgram seperti NR, OR, MP, DK, dan DJB yang dibayar oleh pelaku untuk mempromosikan kosmetik ilegal tersebut di media sosial. 

Atas perbuatannya, terdakwa Karina kini dijerat dengan pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)