Jatah Kursi Menteri Buat PKB Disebut Beda dengan NU

CNN Indonesia | Sabtu, 06/07/2019 05:46 WIB
Jatah Kursi Menteri Buat PKB Disebut Beda dengan NU Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengatakan jatah menteri buat partainya di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan berbeda dengan jatah menteri yang diberikan kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Pasalnya, menurut dia, PKB dan NU sama-sama bekerja dalam upaya memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.

"Saya kira beda [jatah menteri untuk PKB dan] ya. Kalau ada jatah-jatah pasti beda, karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja. Jadi beda," kata Karding kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (5/7).


Namun begitu, dia menyerahkan masalah pemilihan sosok yang akan duduk di kursi menteri nantinya kepada Jokowi sebagai pemilik kewenangan.

Dia meyakini, Jokowi akan membagi kursi menteri secara proporsional pada seluruh partai atau pihak yang telah mendukung di Pilpres 2019 lalu, seandainya menerapkan sistem alokasi atau penjatahan nantinya.

Karding berkata, jumlah kursi menteri yang diberikan kepada PDIP tidak mungkin lebih sedikit dibandingkan PPP.

"Kalau seandainya nanti ada jatah-jatah pasti dapat lah dan sudah pasti proporsional," ucapnya.

Dia pun menyampaikan, PKB dalam posisi menunggu Jokowi menentukan sosok-sosok yang akan duduk dalam jajaran menteri di pemerintahan mendatang. Karding mengungkapkan setuju dengan pernyataan Jokowi yang tidak ingin membedakan sosok profesional atau politikus di kursi kabinet mendatang.

"Kita tunggu saja seperti apa nanti, apakah mereka ini berasal dari partai atau non-partai. Sementara, Jokowi sudah menyatakan tidak ingin membedakan antara profesional dan partai politik, dikotomi itu memang tidak baik," kata dia.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebelumnya menyambangi kediaman wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Dalam pertemuan itu, Cak Imin mengakui salah satu topik yang dibahas ialah terkait komposisi menteri untuk Kabinet Indonesia Kerja.

"Ya pastilah (bicara susunan menteri), tapi ndak spesifik karena nanti ada forumnya," kata Imin saat ditemui di kediaman Ma'ruf, Jumat (5/7).

Diketahui, NU kerap mendapat jatah pos Mendikbud dalam pemerintahan. Mendikbud terakhir dijabat oleh kader NU, yakni M. Nuh saat era Presiden SBY. Sementaradi era Jokowi, pos menteri buat NU adalah Menristekdikti yang dijabat oleh M. Nasir.

[Gambas:Video CNN] (mts/osc)