FOTO: Berharap Turun Hujan di Cibarusah

CNN Indonesia/Safir Makki, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 07:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga desa di Cibarusah, Bekasi dilanda kemarau berkepanjangan. Lebih dari tiga bulan hujan tidak turun, sawah warga pun mengering.

Kondisi Kali Cipamingkis, Cibarusah usai tiga bulan kondisi kemarau. Kondisi air kali terlihat keruh berwarna coklat pekat, tidak bisa digunakan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Warga mengambil air dari dasar sungai Cihoe, Cibarusah. Dalam satu hari mereka 4-5 kali mengambil air di sungai ini. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Warga Desa Ridogalih mencuci pakaian dan mandi di Kali Cihoe Desa Ridogalih, Cibarusa, Kabupaten Bekasi. Kemarau membuat sumur di rumah kering. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Warga menggunakan mobil mengisi air ke dalam tengki besar. Pompa dan selang besar diarahkan ke aliran sungai Cihoe, Desa Ridomanah. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Anwar menggunakan motor untuk mengangkut jeriken air yang diambil dari MCK umum di Desa Ridogalih, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Ujang, warga Cibarusah mengambil air dari kolam penampungan air yang dibuat warga secara swadaya di Desa Sirna Jati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/7). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bantuan pasokan air bersih dari lembaga swadaya masyarakat menghampiri Dusun Curug di Cibarusah. Keberadaan air bersih menjadi barang mahal di saat musim kemarau. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Warga nampak berbahagia mendapat pasokan air bersih setiap hari. Bantuan air bersih membantu mereka karena tidak perlu jauh berjalan kaki menuju Sungai Cihoe. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Seorang anak mengisi air ke dalam jeriken di Desa Ridomanah, Cibarusah, Jawa Barat, Rabu (10/7). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Warga membasuh muka dari air penampungan di Desa Sirna Jati, Cibarusah. Air ini hanya mereka gunakan untuk mencuci dan mandi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bermodalkan dua jeriken, warga Desa Ridogalih berjalan menuju rumah usai mengambil air bersih gratis. (CNNIndonesia/Safir Makki)