Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengatakan karhutla di 2019 itu terjadi di 5 kabupaten/kota di Sumsel.
Rinciannya, 17 karhutla di Kabupaten Ogan Ilir, lima di Banyuasin, sebelas di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), satu di Musi Banyuasin (Muba), dan satu karhutla di Kota Lubuk Linggau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Ansori mengatakan luasan lahan terbakar yang paling besar terjadi di Desa palem Raya dan Pulau Negara seluas 15 hektar dan Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir seluas 8 hektare.
Sejak Rabu, (10/7), Gubernur, Kapolda Sumatera Selatan, serta Pangdam II/Sriwijaya pun telah menandatangani maklumat bersama tentang kebakaran hutan, lahan, dan semak belukar (karhutla). Ancaman yang tertuang dalam maklumat tersebut bakal menjerat para pelaku pembakar lahan dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara.
"Maklumat sudah ditandatangani oleh tiga pimpinan instansi tertinggi di Sumatera Selatan, sebagai tanda bahwa pemerintah bersinergi dalam pencegah karhutla agar tidak terjadi lagi. Ini pun tindak lanjut dari penetapan status siaga darurat yang sudah disampaikan Kepala BNPB kemarin. Kami imbau masyarakat dan korporasi menghentikan kebiasaan membakar lahan karena akan ditindak tegas," ujar Ansori.
[Gambas:Video CNN] (idz/arh)