Kebanggaan Azka Jadi Calon Haji Termuda dari Surabaya

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 07:34 WIB
Kebanggaan Azka Jadi Calon Haji Termuda dari Surabaya Azka Khoirunnisa jadi calon haji termuda di Jawa Timur. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mata perempuan berhijab dan berkacamata itu nampak berbinar. Usianya belia, baru genap 18 tahun, pada 2 Juli 2019 kemarin. Senyumnya terkembang, seperti tak menyangka bahwa dirinya adalah calon jemaah haji termuda dari Jawa Timur. Namanya, Azka Khoirunnisa.

Azka yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10, Kota Malang, ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 16, bersama sejumlah calon jemaah haji lainnya dari Kota Malang.

Remaja kelahiran Malang, 2 Juli 2001 silam ini menganggap apa yang dialaminya kini adalah kesempatan berharga, apalagi untuk anak seusainya. Ia mengaku bersyukur, lantaran tak jarang banyak jemaah lain yang tak seberuntung dirinya. 


"Saya bersyukur bisa daftar di usia kecil, orang-orang banyak yang sudah tua, banyak yang sampai menangis, karena penantiannya yang puluhan tahun akhirnya bisa haji, saya bersyukur banget," kata Azka, saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes), Kamis (11/7).
Meski bernasib baik lantaran bisa berhaji di usia yang muda, Azka mengaku tak mau sesumbar dan menunjukan keberangkatannya. Ia takut dicap sombong, hingga berimbas dari ketenangan beribadahnya nanti. 

Namun lambat laun, teman-teman dan gurunya di sekolah justru mensupport dan mendoakannya. Azka malah diberi banyak ucapan selamat baik secara langsung maupun instagram story. Ia juga diminta untuk memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. 
Kisah Calon Haji Termuda Daftar Sejak Usia 7 TahunAzka Khoirunnisa, calon haji termuda di Jawa Timur. (CNN Indonesia/Farid)
Di tanah suci nanti, Azka mengaku akan memanjatkan sejumlah doa untuk kebaikan untuk dirinya, orang tuanya, serta teman-temannya.  Ada satu hal penting lain yang begitu didambakannya, yakni doa itu adalah soal harapan Azka agar bisa menempuh pendidikan kodekteran di Universitas Negeri yang difavoritkannya. Hal itulah yang membuatnya tak menempuh bangku perkuliahan dulu. 

"Saya ingin ambil kedokteran di Universitas Brawijaya. Kemarin sudah ambil tapi enggak diterima-terima. Diterima tapi di perawatan, enggak saya ambil," kata dia,mengutarakan salah satu harapannya. 

Sementara itu sang Ibu, Uswatun Hasanah, menceritakan, sebenarnya Azka telah didaftarkan haji sejak 2008 silam. Ia semestinya berangkat bersama dua ayah, ibu dan dua kakaknya, pada 2013. 
Namun, keberangkatan anak bungsunya itu ternyata terganjal usia yang belum cukup. Perempuan berusia 54 tahun itu pun mengatakan, Azka kecil bahkan sempat histeris, melihat berkas pendaftrannya dipisahkan dengan tumpukan map milik keluarganya. 

"Waktu map-nya disisihkan, dia menangis, menjerit-jerit, karena tidak bisa berangkat. Dia menangis di pangkuan saya," kata Uswatun.

Kini setelah usia Azka cukup, Uswatun pun memutuskan untuk kembali ke tanah suci, mendampingi sang anak. Hal itu juga sebagaimana janjinya ketika Azka masih kecil.

Ia meminta anaknya itu bisa memanfaatkan betul ibadah hajinya tahun ini. Uswatun pun berharap Azka kelak mendapatkan berkah, serta menjadi anak yang salihah dan bisa menggapai cita-citanya. 

"Saya berharal dia bisa menjadi yang shalihah, lebih taat, bermanfaat bagi agama bangsa dan negara. Sesuai cita-citanyanya saja, saya mendukung," katanya.

Azka dan Uswatun terbang dari Surabaya menuju Arab Saudi, Jumat (11/7) dini hari, melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya. 
[Gambas:Video CNN] (frd/sur)