Uji Forensik Temukan Luka Penganiayaan Jenazah Calon Taruna

CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 00:36 WIB
Uji Forensik Temukan Luka Penganiayaan Jenazah Calon Taruna Ilustrasi.(ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Palembang, CNN Indonesia -- Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah DBJ (14), calon taruna yang diduga tewas akibat penganiayaan saat masa orientasi di SMK Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang, Sabtu (13/7).

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Sakty mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, terdapat tanda-tanda bekas kekerasan di kepala, dada, dan kaki.

"Lalu saat melakukan pemeriksaan dalam, di bagian memar tersebut ada resapan darah yang diakibatkan benturan yang sangat kuat," ujar Indra.


Saat ini, pihaknya masih melanjutkan proses otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.


Kasat Reskrim Polresta Palembang Komisaris Yon Edi Winara mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan akan segera melakukan gelar perkara dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pihak orang tua korban ingin kepastian penyebab kematian anaknya. Kami sudah proses cek TKP dan dokter forensik sedang melakukan proses otopsi," ujar Yon.

Dirinya membenarkan ada luka lebam yang ditemukan di sekujur tubuh korban. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab munculnya lebam tersebut.

"Untuk hasil kita menunggu hasil otopsi resmi kedokteran forensik. Belum bisa dipastikan secara kasat mata, apakah lebam ini muncul karena penganiayaan atau proses pascakematian," ujar dia.


Sebelumnya diberitakan, peristiwa tewasnya korban diketahui saat DBJ mengalami kejang-kejang di asrama sekolah. Akibat kejang-kejang tersebut, pihak sekolah membawa DBJ ke RS Myria Palembang untuk diberikan pertolongan medis, namun nyawa DBJ tidak tertolong.

Pihak sekolah kemudian mengabarkan kematian DBJ ke pihak keluarga yang segera membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk keperluan otopsi.

Menurut Aswin (46) paman DBJ, pihak sekolah mengatakan DJB mengikuti proses masa orientasi sekolah bersama calon taruna lainnya pada Jumat (12/7) malam. Kegiatan yang dilakukan antara lain berjalan kurang lebih sejauh 7 kilometer sekitar pukul 24.00 dari kawasan Talang Jambe menuju sekolah.

Namun, pukul 01.00 setibanya di kawasan Sukabangun, DJB pingsan saat disuruh berjalan ke parit selebar 2 meter.


"Kata pihak sekolah pas ospek itu keponakan saya kelelahan. Pagi-pagi baru kejang. Dia memang baru masuk SMA tahun ini. Dia sendiri yang ingin sekolah disini," ujar dia.

Saat menjemput jenazah korban, keluarga melihat terdapat memar di bagian kaki korban. Pihak keluarga yang curiga kemudian membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk meminta otopsi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang. (idz) (idz/lav)