Kemarau, 16 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih

CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 12:51 WIB
Kemarau, 16 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih Ilustrasi kemarau. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menginformasikan kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan lalu telah mengakibatkan sejumlah wilayah mereka kekeringan. Data yang mereka miliki, ada 16 desa yang dilanda kekeringan sampai dengan Minggu (14/7).

Jumlah tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang hanya 14 desa. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan kekeringan tersebut mengakibatkan 5.074 kepala keluarga atau 17.692 jiwa di 16 desa tersebut mengalami krisis air bersih.


"Itu menurut data terakhir," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (14/7).


Desa yang terdampak kekeringan tersebut antara lain, Karanganyar di Kecamatan Patikraja, Nusadadi dan Karanggendang di Kecamatan Sumpiuh, Desa Kediri dan Tamansari di Kecamatan Karanglewas. 

Selain itu, Desa Banjarparakan dan Tipar di Kecamatan Rawalo, Desa Srowot di Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul dan Desa Kalitapen di Kecamatan Purwojati, Desa Jatisaba dan Desa Panusupan di Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu di Kecamatan Tambak.

Ariono mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya menyiagakan 1.000 tangki air bersih untuk didistribusikan  secara berkala kepada masyarakat. Dari jumlah tersebut, 108 tangki berisi 540 ribu liter air di antaranya sudah didistribusikan.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/agt)