Laporan Pablo Benua Ditolak karena Kurang Bukti

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 14:24 WIB
Laporan Pablo Benua Ditolak karena Kurang Bukti Pablo Benua menjalani tes kesehatan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Jumat (12/7). (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menolak laporan yang dibuat tersangka dugaan pencemaran nama baik lewat video 'bau ikan asin' Pablo Benua terhadap Fairuz A. Rafiq dan Hotman Paris. Alasannya, kurang bukti yang disertakan.

"Mereka kurang bukti untuk melengkapi laporannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Argo menjelaskan saat membuat laporan, seharusnya pelapor juga membawa bukti-bukti yang memperkuat laporannya.


Namun, bukti yang kemarin disertakan oleh pengacara Pablo, Andar Situmorang, tidak memenuhi unsur pidana sehingga dianggap kurang bukti.
"Semua laporan akan dikonsultasikan sama piket reskrim. Kalau masuk unsur (pidana) akan diterima laporan tersebut," tuturnya.

Di sisi lain, Argo mengatakan Pablo telah mencabut kuasa terhadap Andar untuk menjadi kuasa hukum. Padahal, dalam pelaporan kemarin, Andar turut membawa bukti surat kuasa yang ditandatangani oleh Pablo.

"Surat kuasa yang dibawa dia ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) itu tanggal berapa? Karena kan ada surat kuasa pencabutan sebagai kuasa hukum oleh Pablo dan Rey," ujar Argo.

Sebelumnya, Andar selaku kuasa hukum Pablo melaporkan Fairuz berserta kuasa hukumnya Hotman Paris ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin (15/7).
Namun, pihak kepolisian menolak laporan yang dibuat untuk Fairuz dan Hotman. Diungkapkan Andar, alasan pihak kepolisian menolak laporannya lantaran Pablo telah mencabut kuasa yang diberikan kepadanya.

"Datang perwira piketnya dan kumpul di sini, si Pablo dipaksa untuk mencabut kuasa tapi sampai sekarang (kuasa) belum (dicabut)," ujarnya.

Kasus tersebut bermula dari laporan artis Fairuz terhadap Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo dalam kasus pencemaran nama baik lewat unggahan di akun YouTube. Dalam unggahan video itu, terdapat kalimat yang dinilai tidak pantas dan merugikan Fairuz.

Polisi telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari enam tahun penjara.


[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)