Pengacara Idrus Benarkan 'Uang Kopi' ke Pengawal Tahanan KPK

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 21:25 WIB
Pengacara Idrus Benarkan 'Uang Kopi' ke Pengawal Tahanan KPK Mantan Mensos Idrus Marham disebut bermasalah dalam hal pemberian uang kepada pengawal tahanan KPK. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum terdakwa kasus suap kontrak kerja sama PLTU Riau-1 Idrus Marham, Samsul Huda, mengakui pemberian duit Rp300 ribu dari sopir kliennya itu ke pengawal tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial M.

"Iya, Mas [dari sopir]. Mungkin ngasih buat beli rokok atau kopi, Mas," kata Samsul saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Namun demikian, ia memastikan bahwa Idrus berobat ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) sesuai dengan permohonan yang disetujui Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.


"Izin berobat dari Majelis Hakim Tinggi kemudian kami teruskan ke Jaksa KPK dan Kepala Rutan KPK," tutup Samsul.

Sementara, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif membenarkan bahwa uang tersebut digunakan M untuk membeli kopi. Syarif mengatakan M langsung mengaku saat ditanyai soal pemberian duit senilai Rp300 ribu itu.

"Waktu kita periksa orangnya sudah mengaku 'Betul Pak saya ambil Rp300.000,' jadi dia enggak ada defense," kata Syarif.

Saat ditanya soal sanksi untuk Idrus, Syarif mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Pasalnya, hingga saat ini, KPK belum memeriksa si pemberi uang tersebut.

"Kita akan lihat itu. Ini masih karena penyelidikannya menyeluruh kita lihat dan kita ingin juga tanyakan yang ada, yang memberi uang itu," kata Syarif.

Sebelumnya, Ombudsman RI dalam Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan dengan nomor register 0231/IN/VI/2019/JKR tanggal 21 Juni 2019 mendapati pengawal tahanan berinisial M menerima sejumlah duit dari orang dekat Idrus saat mengawalnya ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta pada 21 Juni 2019 lalu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihak KPK sudah terlebih dahulu mengetahui M menerima sejumlah duit dari orang dekat Idrus. Alhasil, pengawal tahanan itu dipecat dari pekerjaannya di komisi antirasuah.

Ombudsman Jakarta Raya juga menyatakan terdapat sejumlah tindakan maladministrasi terkait proses pengeluaran dan pengawalan tahanan rutan cabang KPK Idrus Marham untuk berobat di Rumah Sakit MMC Jakarta 21 Juni.

[Gambas:Video CNN] (SAH/arh)