KPK Siap Ladeni Idrus Marham di Tingkat Kasasi

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 16:30 WIB
KPK Siap Ladeni Idrus Marham di Tingkat Kasasi Idrus Marham mengajukan kasasi atas putusan lima tahun penjara di tingkat banding. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap menghadapi kasasi yang diajukan oleh terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Idrus Marham

Idrus berencana mengajukan kasasi setelah Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukumannya menjadi lima tahun. 

"Jika benar pihak terdakwa mengajukan Kasasi, kami pastikan KPK akan menghadapi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangannya, Kamis (18/7).


Febri mengatakan KPK kali ini sedang mempelajari lebih lanjut terkait putusan lengkap PT DKI Jakarta yang menyatakan vonis Idrus diperberat. 

KPK menurutnya menghargai keputusan PT yang mengabulkan banding KPK sehingga membenarkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan korupsi. 
"Hari ini (18/7) KPK telah menerima putusan lengkap Putusan PT DKI Jakarta terkait dengan putusan banding terhadap terdakwa Idrus Marham," kata dia. 

"Vonis yang dijatuhkan adalah 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta. Selain itu, cepatnya selesai dan diterimanya dokumen Putusan lengkap juga menjadi poin yang kami pandang perlu diapresiasi," lanjut Febri. 

Diketahui putusan itu lebih berat dibanding vonis yang dijatuhkan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 23 April 2019 yang menjatuhkan vonis 3 tahun penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 2 bulan kepada Idrus Marham.

Penasihat hukum Idrus Marham, Samsul Huda mengatakan alasan PT DKI membatalkan putusan tingkat pertama itu sudah fatal karena menurutnya pengadilan tingkat pertama yang telah menyidangkan perkara telah menguji dakwaan, tuntutan, keterangan saksi, bukti-bukti tertulis atau optik yang lain.

"Seharusnya lebih paham posisi kasusnya, maka kami heran, bagaimana pengadilan banding yang tidak tahu fakta sidang bisa membatalkan putusan tingkat pertama tersebut," kata Samsul.
Alasan lain kliennya mengajukan kasasi, kata Samsul, karena pengadilan banding dinilai salah menerapkan pasal yaitu pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Katanya, pengadilan tingkat pertama memutuskan Idrus bersalah berdasarkan dakwaan kedua dari pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan hukuman minimal 1 tahun.

Samsul juga mengaku akan kembali mengkoreksi fakta-fakta tidak benar yang tetap dipakai sebagai dasar untuk memutus perkara karena berakibat salah dalam menerapkan hukum.

Idrus Marham dinilai terbukti bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih menerima uang suap Rp2,25 miliar agar Eni membantu Johanes Budisutrisno Kotjo mendapatkan proyek "Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company (CHEC), Ltd.
[Gambas:Video CNN] (ani/sur)