Ragam Reaksi Warga Depok soal Pasang Lagu di Lampu Merah

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 10:20 WIB
Ragam Reaksi Warga Depok soal Pasang Lagu di Lampu Merah Pemkot Depok mulai melakukan uji coba pemasangan lagu di lampu merah Kota Depok. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program Joyful Traffic Management (JoTRAM) Pemerintah Kota Depok, melalui pemasangan lagu di lampu merah mendapat tanggapan beragam dari warga kota Belimbing. Pemkot Depok diketahui sedang melaksanakan uji coba dengan memasang pengeras suara serta CCTV di lampu merah pertigaan Ramanda, Jalan Margonda.

Sihabudin (52), salah seorang warga yang berprofesi sebagai sopir perusahaan mengaku tak masalah, justru menyambut positif. Pekerja yang tiap melintas pertigaan tersebut mengatakan pemasangan musik cukup bakal membuat rileks pengguna jalan.

"Setuju (Pemasangan musik), bisa jadi salah satu alternatif menghibur pengguna jalan yang lelah," kata Sihabudin kepada CNNIndonesia.com, di Margonda, Kamis (18/7).


Tak hanya Sihabudin, Rio Ribeiro (28) pengemudi ojek online asal Sawangan juga merespons positif program tersebut. Pangkalan ojek Rio terletak tak jauh dari lampu merah, sehingga ia sering melewati pertigaan Ramanda.

Menurutnya rencana pemasangan musik di lampu merah baik dampaknya untuk masyarakat, karena dapat menghilangkan penat pengguna jalan. "Biar gak terlalu bosan juga," kata Rio.
Sementara itu, Vivin Vinawati (19), penjaga toko pulsa di dekat pertigaan tersebut pun juga ikut setuju dengan rencana Pemerintah Kota Depok. Sama seperti Sihabudin dan Rio, menurut Vivin hal tersebut dapat berguna untuk warga, karena dapat menjaga pengemudi dari kantuk saat berkendara.

"Jalan jadi lebih semangat, dan menghibur warga yang jalan juga," ujarnya.

Namun di lain sisi, Ruhum Hutabarat (35) salah satu warga Depok yang berprofesi sebagai montir. mengaku kurang setuju atas rencana pemutaran musik di lampu merah. Bengkel Ruhum terletak tepat di pertigaan Lampu Merah Ramanda.

Ruhum mengaku khawatir apabila dilakukan pemasangan musik, ia menjadi terganggu. "Kalau musik, kayaknya enggak (setuju) deh ya, gimana ya, pasti suaranya berisik, mengganggu," Kata Ruhum.

Seiring berjalannya program Joyful Traffic Management (JoTRAM), Pemerintah Kota Depok sudah memulai aktivitas uji coba. Dilakukan melalui suara imbauan petugas kepada pengguna jalan dengan menggunakan pengeras suara dan juga CCTV yang telah dipasang di lampu merah.

Walaupun setuju dengan tujuan dari imbauan tersebut, akan tetapi Ruhum juga merasa terganggu karena menurutnya imbauan dari petugas terus dilakukan petugas tanpa jeda.
"Bolak-balik (disuarakan) pengumumannya, dan ga ada jeda waktunya. Jadi agak berisik juga," katanya.

Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo juga ikut merespon negatif program dari Pemerintahan Kota Depok tersebut. Menurutnya, program tersebut tidak terlalu berguna bagi masyarakat.

"Program lucu-lucuan dan gak ada gunanya," Kata Hendrik.

Hendrik juga menyarankan kepada Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad untuk lebih baik menyelesaikan permasalahan macet dengan melebarkan dan membangun ruas jalan, daripada membuat program musik di lampu merah.

Menurut Hendrik, pemasangan musik tersebut lebih tepat apabila ditempatkan ke dalam taman kota atau di alun-alun kota.
[Gambas:Video CNN] (ara/ain)