Ketua PA 212, Slamet Maarif menegaskan pihaknya tidak mau ikut campur terkait agenda rapat Prabowo tersebut.
"Itukan urusan Partai Gerindra, kita nggak mau ikut campur," ujar Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini PA 212 hanya menunggu acara ijtimak ulama ke-4 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Ijtimak ini digelar untuk merespons perkembangan terkini pascapenyelenggaraan Pilpres 2019.
"FPI hanya berharap dan bergantung kepada Allah azza wajalla pemilik alam semesta," ujar Munarman.
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui soal agenda Prabowo dimaksud.
"Kami hingga saat ini tidak menerima undangan dari siapapun. Mungkin pertemuan dengan partai koalisi," ujar Yusuf.
"Insyaallah apabila benar ada pertemuan kami selalu berdoa yang di bahas masalah-masalah yang bermanfaat bagi rakyat dan negara," ujar Yusuf.
Sebelumnya Partai Gerindra akan membahas sejumlah hal merespons pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo akhir pekan silam. Salah satunya soal sikap tetap menjadi oposisi atau merapat ke pemerintahan.
Untuk itu, Prabowo akan mengumpulkan jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor pada Jumat (19/7) pagi.
Muzani mengatakan rapat itu hanya sebatas rapat rutin untuk membahas dan mengkonsultasikan berbagai hal usai berakhirnya Pemilu 2019. Salah satunya Prabowo kemungkinan akan membahas hasil pertemuannya dengan Jokowi.
"Pokoknya Pak Prabowo memiliki kewenangan. Apakah diputus besok lusa, bulan depan, masih belum (tahu)," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (sas/osc)