Suami-Istri Diduga Provokasi Petani Serang Aparat di Jambi

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 17:41 WIB
Suami-Istri Diduga Provokasi Petani Serang Aparat di Jambi Foto ilustrasi bentrok. (ANTARA FOTO/Awen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang ditangkap terkait sengketa lahan dengan PT Wira Karya Sakti (WKS), Jambi, bertambah menjadi 49 orang dari sebelumnya 45 orang. Dua diantaranya diduga sebagai provokator yang berujung penyerangan terhadap TNI-Polri tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan dua provokator itu adalah pria berinisial M dan istrinya. Pasangan ini diduga sengaja memprovokasi massa terkait keberadaan lahan tersebut.

"Sampai hari ini sudah 49 tersangka yang diamankan, temasuk saudara M beserta istrinya yang diduga jadi provokator dari kasus ini," ujar Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).


Sengketa lahan itu sudah terjadi sejak 2018. Lahan dengan luas 200 ribu hektare itu merupakan hutan tanaman industri milik WKS. Namun M justru mengklaim sebagian tanah itu dan menyewakan pada masyarakat sekitar.

Saat ini, kata Asep, masih dilakukan pendalaman terkait anggota SMB yang diamankan. Polisi juga masih mencari tahu apakah M dan istrinya bekerja sendiri atau ada pihak yang menyuruhnya.

"Masih kami selidiki," tuturnya.

Sebanyak tiga TNI dan dua polisi menjadi korban luka-luka pasca penyerangan yang dilakukan oleh SMB saat mendatangi kantor WKS. Saat itu polisi dan TNI mencoba mencegah terjadi bentrok.

Peristiwa penyerangan itu bermula dari kebakaran hutan seluas 10 hektare di dua lokasi pada Jumat (12/7). Pemadaman dilakukan untuk antisipasi kebakaran meluas.

Keesokan harinya, puluhan orang yang diduga dari SMB memasuki kawasan Distrik VIII untuk mencari pemadam kebakaran. Anggota satgas dari TNI dan Polri yang bertugas pun mencegah mereka karena ditakutkan akan melakukan pembakaran hutan lagi.

Pencegahan itu berujung pada penyerangan terhadap satgas dari TNI dan Polri. Massa menyerang petugas yang mengakibatkan tiga tentara dan dua polisi mengalami luka-luka. (gst/wis)