Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra mengatakan dua provokator itu adalah pria berinisial M dan istrinya. Pasangan ini diduga sengaja memprovokasi massa terkait keberadaan lahan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Asep, masih dilakukan pendalaman terkait anggota SMB yang diamankan. Polisi juga masih mencari tahu apakah M dan istrinya bekerja sendiri atau ada pihak yang menyuruhnya.
Sebanyak tiga TNI dan dua polisi menjadi korban luka-luka pasca penyerangan yang dilakukan oleh SMB saat mendatangi kantor WKS. Saat itu polisi dan TNI mencoba mencegah terjadi bentrok.
Peristiwa penyerangan itu bermula dari kebakaran hutan seluas 10 hektare di dua lokasi pada Jumat (12/7). Pemadaman dilakukan untuk antisipasi kebakaran meluas.
Pencegahan itu berujung pada penyerangan terhadap satgas dari TNI dan Polri. Massa menyerang petugas yang mengakibatkan tiga tentara dan dua polisi mengalami luka-luka. (gst/wis)