Polri Sebut Kerja Koopssus Dikoordinasikan dengan Densus 88

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 20:14 WIB
Polri Sebut Kerja Koopssus Dikoordinasikan dengan Densus 88 Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyambut baik peresmian Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kehadiran Koopssus dapat membantu tugas Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 dalam memberantas terorisme.

"Dikoordinasikan ya, bukan hanya mem-back up. Setiap ada potensi ancaman terorisme baik yang terjadi dalam negeri maupun di beberapa negara, khususnya yang terkait dengan masalah misalnya kedutaan besar yang ada di negara sahabat, kemudian penyanderaan-penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok terorisme yang ada di beberapa negara," ujar Dedi di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7).


Dedi yakin akan terjalin koordinasi yang baik antara Densus 88 dengan Koopssus TNI. Hal itu, kata Dedi, bisa dibuktikan dalam penanganan kelompok terorisme Ali Kalora di Poso dan pembebasan sandera dari kelompok teroris Abu Sayyaf di perbatasan Fillipina.


"Kalau di Indonesia kita lakukan pengejaran penangkapan terhadap kelompok terorisme seperti Ali Kalora yang gerilya di hutan, maupun yang di Papua kita ada satgas Nemangkawi, seperti itu," lanjut Dedi.

Panglima TNI sebelumnya menyatakan Koopssus TNI dibentuk untuk mengatasi ancaman asimetris yang terus berkembang. Ia mengatakan salah satu ancaman asimetris yang akan ditangani oleh Koopssus TNI adalah terorisme.


"Dinamika ancaman asimetris yang terus berkembang, khususnya terorisme global, menuntut kesiapan TNI untuk dapat mengatasinya dengan dilandasi ketentuan dan aturan hukum yang kuat," ujar Hadi saat meresmikan Koopssus TNI di Mabes TNI, Jakarta.

Hadi menyampaikan Koopssus TNI melengkapi jajaran satuan elite yang telah dimiliki TNI. Sebagai satuan elite, lanjutnya, personel Koopssus TNI berasal dari pasukan khusus ketiga matra merupakan prajurit-prajurit pilihan.

"Mereka memiliki kualifikasi untuk melakukan berbagai jenis operasi khusus, baik di dalam maupun di luar negeri, yang menuntut kecepatan dan keberhasilan yang tinggi," ujar Hadi.

Adapun fungsi-fungsi Koopssus TNI nanti akan dilakukan oleh satu kompi atau 100 personel. Selain itu, Koopssus juga dibantu oleh 400 personel gabungan dari TNI AD, AL, dan AU.

Hadi menjelaskan satu kompi personel Koopssus TNI memiliki tugas tersendiri, yakni sebagai penindak. Sementara untuk personel pendukung bertugas untuk melakukan penanggulangan dan pengintaian.


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)