Risma Sebut Masalah Sampah di Jakarta Menakutkan

CNN Indonesia | Selasa, 30/07/2019 21:20 WIB
Risma Sebut Masalah Sampah di Jakarta Menakutkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai penanganan sampah di Jakarta menakutkan. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pengelolaan sampah di Jakarta turut menjadi perhatian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia menilai penanganan sampah di ibu kota dalam kondisi menakutkan.

Penilaian itu disampaikan Risma usai mendengarkan paparan DPRD Provinsi DKI Jakarta saat studi banding menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep ITF (intermediate treatment facility) di Balai Kota Surabaya, Senin (29/7).

"Aku ngomong begini karena medeni (menakutkan). Gimana ndak takut, orang katanya Bantargebang itu 2021 tutup [karena penuh]. Sementara [pembangunan tempat pembuangan akhir/TPA] baru selesai 2022," kata Risma kepada awak media, Selasa (30/7).


Per hari, kata Risma, sampah di Jakarta mencapai 7.500 ton, sedangkan TPA yang ada tidak cukup menampung sampah sebanyak itu. Jika tak tertangani dengan baik, maka Jakarta menurutnya akan berantakan.


"Sehari saja bisa messy [berantakan]. Enggak akan keangkut karena daya tampung [TPA yang dibangun] 2022 hanya 2.200 ton," ucap Risma.

Risma berharap pembangunan TPA di Jakarta bisa dipercepat. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki anggaran yang besar, yakni Rp3,7 triliun. Jumlah itu lebih banyak dari anggaran Pemkot Surabaya sebesar Rp30 miliar.

"Makanya kemarin saya ngomong, itu harus dipercepat dan mereka [Pemprov DKI Jakarta] punya uang, sehingga tidak ada alasan tidak bisa. Mereka punya uang, SILPA-nya Rp17 triliun sampai Rp20 triliun," katanya.

Menurut Risma, anggaran sebanyak itu bisa dipakai Pemprov DKI Jakarta untuk membangun TPA yang mumpuni. Menurutnya, pemerintah tak perlu menunggu investasi pihak swasta untuk melakukan fabrikasi.


"Jadi langsung pakai APBD saja, dua tahun sudah bisa banyak asing itu, dari negara-negara luar sudah banyak bisa menyiapkan fabrikasi untuk itu. Karena kalau enggak cepat, medeni ini. Coba bayangin sampah segitu banyak," katanya.

Bagi Risma yang paling penting untuk saat ini adalah bagaimana DKI Jakarta bisa menyelesaikan permasalahan sampah tersebut. Sebab jika tidak, maka dampaknya akan sangat besar. Terutama pada kesehatan masyarakat.

"Bisa dibayangin kalau [sampah] enggak keangkut. Sampah di Jakarta itu 7.500 ton per hari, [TPA] yang dikelola tahun 2022 itu hanya 2.200 yang bisa diselesaikan di TPA itu. Masak Rek, ibu kota, kan tidak mungkin itu. Itu (sampah) kalau tidak keangkut 1.000 ton saja sudah messy," katanya.

Sebelumnya, DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan studi banding pengelolaan sampah ke Pemerintah Kota Surabaya. Mereka diterima Risma di Balai Kota Surabaya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan alasan pihaknya melakukan studi banding ke Surabaya karena banyak hal yang patut dicontoh dari teknologi pengelolaan sampah yang telah diterapkan Risma di Surabaya.


[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)