"Data rumah rusak berat teridentifikasi di wilayah Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat," kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/8).
Kerusakan rumah sebanyak lima unit rusak berat di Desa Neglasari dan satu unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Rumah rusak berat lain tercatat satu unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat.
Selain itu kerusakan di kabupaten ini juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin. Satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan empat lainnya di Kecamatan Cililin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim |
Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Ta'lim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan. Di Bogor, BPBD setempat melaporkan satu unit rumah mengalami retak-retak.
Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1 - 5 detik. Mereka juga panik namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15-20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 - 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15 - 25 detik.
Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB.
[Gambas:Video CNN]
(antara/agt)