Jokowi Minta Bangun 'Benteng Alam' Hadapi Ancaman Megathrust

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 17:54 WIB
Jokowi Minta Bangun 'Benteng Alam' Hadapi Ancaman Megathrust Ilustrasi gempa. (REUTERS/David McNew)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Agus Wibowo mengatakan pihaknya ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun hutan pantai di daerah rawan kena dampak megathrust.

Megathrust sendiri adalah gempa karena tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia, dan dapat memicu tsunami. Hutan pantai yang diminta Jokowi akan dibangun guna melindungi permukiman warga dan objek-objek vital yang dekat pesisir.


"Salah satu cara murah dengan menanam hutan pantai, akan ditanam di depannya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, di Banten, dan di daerah-daerah sepanjang itu. Itu salah satu cara membangun benteng pertahanan dengan alam, dengan pohon," kata Agus dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (3/8).


Opsi ini, kata Agus, diambil Indonesia karena lebih ekonomis dari membangun tembok seperti yang diterapkan Jepang. Sebab Indonesia menghadapi beberapa megathrust di sepanjang pantai Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

Dia menjelaskan tugas itu telah dituangkan dalam Perpres Nomor 51 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Jokowi. BNPB sudah mulai membangun hutan pantai pada Maret 2019.

"Hutannya tahun ini sudah mulai sampai tahun depan karena hutan butuh waktu lama untuk bisa besar, bisa 10-20 tahun," ujarnya.

BNPB juga melakukan ekspedisi Desa Tangguh Bencana untuk mensosialisasikan mitigasi bencana. Mereka berkeliling di daerah-daerah rawan untuk melakukan sosialisasi.

Terkait opsi relokasi, Agus mengatakan cukup sulit. Pasalnya harus melalui banyak tahapan dan melibatkan banyak pihak.

"Untuk relokasi, itu tergantung dari pemerintahnya karena perlu ada perubahan tata ruang dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya, BMKG mengatakan megathrust adalah ancaman riil yang patut diwaspadai seluruh pihak. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan hal itu usai gempa magnitudo 6,9 terjadi di Banten, Jawa Barat.

Gempa di Banten pada Jumat malam terasa hingga Jakarta, Lampung, Yogyakarta.

"Ancaman (megathrust) riil, nyata di sepanjang pantai Barat Sumatera, mungkin jaraknya sekitar 200-250 km di laut lepas," kata Rahmat.

[Gambas:Video CNN] (dhf/fea)