Megawati Kritisi Wacana Menteri Muda

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 21:03 WIB
Megawati Kritisi Wacana Menteri Muda Megawati Soekarnoputri bersama Ma'ruf Amin saat menghadiri Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri merespons wacana menteri muda yang sempat mengemuka, salah satunya digulirkan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Mega menyebut tantangan para menteri adalah masalah bangsa dan negara.

"Bukan merendahkan. Kalau anak muda, pintar, belum pernah menjalankan proses tata pemerintahan negara, itu bisa saja tidak berhasil," kata Mega dalam konferensi pers usai penetapan dirinya sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024, di Bali, Kamis (8/8).

Mega mengurai pengalamannya di dunia politik. Dalam dunia politik, kata dia, semua ada jenjangnya. Jika ingin masuk politik, Mega memisalkan, bisa menjadi anggota DPR terlebih dulu.


"Bukan soal qualified atau tidak. Jangan diputar balik," kata Mega.
Mega mengingatkan keberadaan menteri memerlukan sosok yang kompeten. Menurutnya, seorang anak muda berhasil di sebuah perusahaan, tak menjamin juga akan sukses ketika mengelola pemerintahan.

"Masuk ke DPR adalah hal yang paling mudah. Kalau direkomendasikan partai, dia kerja keras, (maka) jadi. Dia akan bisa merasakan bagaimana membuat Undang-Undang. Tidak dibuat sendiri tapi melobi sekian partai dan bermitra." kata Mega.

Jokowi menyebut membuka peluang kabinet 2019-2024 diisi para calon menteri dari kalangan generasi muda. Jokowi bahkan mengatakan tak hanya mempertimbangkan anak-anak muda yang berasal dari kalangan profesional, tapi juga partai politik.

"Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga," kata Jokowi di JCC Senayan, 12 Juli silam.
Bersamaan dengan itu, muncul sejumlah nama tokoh muda yang diisukan masuk dalam birokrasi pemerintah. Misalnya, pucuk pimpinan perusahaan rintisan (startup) nasional, termasuk CEO PT Gojek Indonesia, Nadiem Makarim.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat merespons niatan Jokowi. JK mengingatkan agar anak-anak muda yang telah sukses berbisnis sebaiknya tak dipaksa masuk ke birokrasi. Menurut dia, kemampuan berbisnis para anak muda masih dibutuhkan di Indonesia.

"Jadi jangan anak muda yang sukses di bisnis didorong-dorong jadi birokrat," ujar JK beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)