KSAD Klaim TNI Pantau Media Sosial Enzo Zenz Allie Sejak Awal

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 17:07 WIB
KSAD Klaim TNI Pantau Media Sosial Enzo Zenz Allie Sejak Awal KSAD Jenderal Andika Perkasa mengatakan pihaknya memantau aktivitas Enzo Zenz Allie di media sosial sejak seleksi tahap awal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menyatakan pihaknya sudah memantau aktivitas Enzo Zenz Allie di media sosial sejak proses seleksi tahap awal. Hal itu juga dilakukan terhadap 363 taruna lainnya yang dinyatakan lolos.

Andika mengatakan indikator yang dijadikan pertimbangan penilaian adalah aktivitas taruna itu sendiri, bukan keluarganya.

"Itu sudah juga [pantau media sosial], melihat latar belakang mereka pada saat kita mengukur dengan psikologi maupun mental ideologi, tetapi kan yang bersangkutan memang tidak [terpapar]," ujar Andika saat konferensi pers di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).


"Memang yang ingin kami tahu adalah yang bersangkutan [Enzo] saja, kami tidak ingin dipengaruhi siapakah orang tuanya, apakah orang tuanya, adik-kakak, kakek-nenek berpengaruh? Mungkin ada tapi tidak harus," sambung dia.


Andika menyatakan pihaknya tetap melakukan penilaian terhadap pribadi taruna. Dengan kata lain, tidak hanya selama proses seleksi taruna Akmil saja.

"Tapi yang lebih penting dan bagus kami konfirmasi dulu, iya apa enggak [terpapar], penilaian ini terus," ujarnya.

Berdasarkan penilaian awal, Enzo dinyatakan memenuhi syarat. Hal tersebut diperoleh dari penilaian menggunakan alat ukur yang dapat dipertanggungjawabkan akurasinya. Alat ukur itu sendiri, kata Andika, digunakan TNI sejak delapan tahun terakhir.


Namun, polemik muncul ketika beredar kabar bahwa Enzo diduga sebagai simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Oleh karena itu, TNI juga melakukan penilaian tambahan. Penilaian itu juga berlaku bagi taruna lain.

Pada tahap penilaian tambahan yang dilakukan selama dua hari, TNI bekerja sama dengan pihak lain. Kendati begitu, Andika enggan menyebut siapa saja pihak lain itu.

Di tahap ini, Andika merilis moderasi bernegara Enzo berada di nilai 84 persen. Jika dikonversi, indeks moderasi Enzo berada di angka 5,9 dari nilai maksimum 7 (tujuh).

"Hasilnya dianalisis hari Senin. Oleh karena itu kami memutuskan tetap mempertahankan Enzo dan seluruh taruna yang kami terima," ujarnya.


[Gambas:Video CNN] (ryn/pmg)