Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Pembunuh Keluarga di Serang

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 17:51 WIB
Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Pembunuh Keluarga di Serang Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menerjunkan anjing pelacak untuk mencari pelaku pembunuhan keluarga di di Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten.

Mengutip Antara, Selasa (13/8), Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan anjing pelacak diterjunkan juga untuk mencari barang bukti pembunuhan Rustandi (32) dan anaknya Alwi (4). Dalam peristiwa itu, istri Rustandi Siti Sadiah (25) juga terluka dan saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

"Untuk barang bukti senjata tajam tidak ditemukan di lokasi. Kita terus dalami. Kita terjunkan anjing pelacak juga. Karena didapati ada bercak darah di jalan," kata Ivan.


Ivan mengatakan polisi masih terus mendalami motif pembunuhan keluarga itu.
"Kita lagi dalami apakah ini bagian dari perampokan atau murni pembunuhan dengan memeriksa keluarga terdekat korban," kata Ivan.

Ivan mengatakan, dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti seperti seprei, bantal dan batako yang terdapat bercak darah.

"Kondisi korban ditemukan terdapat luka tusukan di bagian kepala, ada tiga tusukan bagian kepala, Untuk anaknya tidak terdapat luka tusukan, kemungkinan karena benda tumpul atau pukulan atau bantingan," kata Ivan.

Satu keluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang ditemukan bersimbah darah di ruang keluarga, Selasa pagi.

"Tadinya mau ngambil alat di dalam rumah. Pintunya sudah kebuka. Pas masuk ke dalam ruangan tengah (keluarga) melihat darah. Sudah tuh saya pingsan," kata Asgari, tetangga korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut.
Mengetahui penghuni rumah tergeletak bersimbah darah, Asgari yang sehari bekerja sebagai tukang bangunan itu melaporkan ke warga lainnya.

"Terakhir ketemu itu kemarin, masih kerja sama saya," kata dia.
 [Gambas:Video CNN] (Antara/ugo)