Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan pada Paskibraka Tangsel

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 18:19 WIB
Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan pada Paskibraka Tangsel Ilustrasi paskibraka. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengaku tak ada tanda kekerasan pada calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tangerang Selatan Aurellia Qurratu Ain.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan hal itu berdasarkan keterangan orang tua korban, dokter yang merawat korban, orang yang memandikan jenazahnya.

"Keterangan yang diberikan sama, tidak ada bekas kekerasan yang nampak di tubuh almarhumah," ujarnya, di Mapolres Tangsel, Selasa (13/8).


Korban diketahui meninggal pada 1 Agustus pukul 04.20 WIB. Saat itu, korban diketahui tiba-tiba terjatuh saat keluar kamar mandi.

Ferdy menyebut korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Atas kejadian itu, kepolisian berkoordinasi dengan Wali Kota Tangsel dan melakukan penyelidikan sejak 1 Agustus hingga 13 Agustus.

Ilustrasi kekerasan.Ilustrasi kekerasan. (Istockphoto/funky-data)
Dalam proses penyelidikan itu, kepolisian telah memeriksa sekitar 30 saksi, termasuk orang tua korban.

Pada pemeriksaan terhadap orang tua korban, kepolisian menggali keterangan tentang bagaimana kondisi korban sebelum meninggal, baik saat jatuh sakit hingga akhirnya meninggal.

"Kemudian kami juga mengambil keterangan kepada petugas atau petugas yang memandikan jenazah, pada waktu dimandikan dan akan dikebumikan," ujar Ferdy.

Pihaknya juga menggali keterangan dari rekan korban yang ikut menjalani masa latihan calon paskibraka. Tak hanya itu, polisi juga turut meminta keterangan dari pelatih, baik yang berasal dari PPI maupun unsur TNI.

Terakhir, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkot Tangsel selaku dinas yang bertanggung jawab dalam kegiatan itu juga ikut dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui bahwa kondisi korban saat mendaftarkan diri serta selama proses pelatihan itu dalam kondisi sehat. Hal itu, kata Ferdy, dinyatakan oleh tim dinas kesehatan.

Lalu, materi proses pelatihan paskibraka yang selama ini diikuti oleh korban diketahui adalah untuk melatih peraturan baris-berbaris (PBB) serta untuk meningkatkan ketahanan fisik para calon paskibraka.

Ilustrasi.Ilustrasi. (Istockphoto/joebelanger)
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, keterangan itu sudah kita rangkaikan semua, kita belum menemukan adanya aksi penganiayaan yang dialami oleh almarhum," aku Ferdy.

Sebelumnya, seorang calon Paskibraka bernama Aurellia meninggal dunia. Ada dugaan bahwa korban meninggal dunia dianiaya oleh seniornya.

Aurellia merupakan salah satu calon Paskibraka yang saat ini tengah menjalani pembekalan dan pelatihan di Batalyon Kavaleri (Yonkav) Tangerang Selatan. Dia disebut merupakan calon pembawa baki bendera.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)