Karhutla di Palangkaraya Mulai Dekati Permukiman

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 08:54 WIB
Karhutla di Palangkaraya Mulai Dekati Permukiman Ilustrasi kebakaran dan hutan. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya mengakui banyak titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya yang berdekatan dengan perumahan atau permukiman warga. Salah satunya di Jalan Nagasari, yang hari ini menjadi ramai perbincangan sejumlah warganet.

Kebakaran hutan yang diunggah akun twitter @lidyaidesma berada di Nagasari, Palangka Raya. Kobaran api berjarak tak lebih dari 100 meter dari perumahan warga.

"Di Nagasari kami terima banyak sekali laporan masyarakat, tentang api yang hampir mendatangi permukiman," ujar Wakil Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Israwan, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/8) pagi.


Pagi ini, kata dia, sebanyak lima unit pemadam kebakaran diterjunkan ke sejumlah titik api, salah satunya di Nagasari. Selain itu, mobil pemadam juga diterjunkan di Jalan lintas Provinsi, Mahir Mahar Tjilik Riwut. Di sana, kebakaran hutan dan lahan sudah nyaris ke tepian jalan.
"Dalam satu hari, ada lebih dari 10 laporan," kata Israwan menambahkan.

Sementara itu, Dinas Pemadam kebakaran Palangka Raya mengakui kurang personel. Dari 20 petugas siaga, semuanya bekerja hampir 24 jam memadamkan api.

"Hingga ada beberapa laporan yang tidak kita tindaklanjuti, kecuali yang memang benar mendekati permukiman," ujar dia.

Sebelumnya, seorang netizen mengeluhkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang sudah mulai mendekati pemukiman warga.
Ia mengeposkan cuitan dengan foto dan video dengan rumah warga berlatar kemerahan karena terjadi karhutla di dekat pemukiman mereka.

Akun @lidyaidesma mencuitkan, "dear Bapak @jokowi @BNPB_Indonesia, butuh berapa RT supaya Bapak mau bantu kami? Karhutla jarak kurang dari 50m dari rumah warga. Armada minim. Ayolah Pak. Listrik di Jawa mati, Bapak turun tangan. Kami wisata asap disini, ditontonin doang." (ain)