Buwas: Gerakan Pramuka Ingin Kurangi Konsumsi Makanan Impor

Feri Agus, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 00:02 WIB
Buwas: Gerakan Pramuka Ingin Kurangi Konsumsi Makanan Impor Peringatan ke-58 Hari Pramuka digelar di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso alias Buwas mengatakan gerakan Pramuka bertekad mengurangi semaksimal mungkin konsumsi makanan yang bahan bakunya masih impor. Buwas menyebut perlu mencanangkan perlindungan bagi petani.

Menurutnya, dalam apel besar Hari Pramuka 2019 ini, hidangan yang disajikan pun merupakan 100 persen hasil pertanian Tanah Air.

"Gerakan Pramuka bertekad mengurangi semaksimal mungkin konsumsi makanan yang bahan bakunya kita masih impor," kata Buwas dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-58, di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8).


Buwas menyatakan gerakan perlindungan bagi petani bisa dilakukan dengan lebih banyak mengkonsumsi produksi petani lokal. Menurut Buwas, gerakan tersebut merupakan wujud kecintaan segenap anggota Pramuka kepada NKRI dan para petani.

"Niscaya keutuhan negeri ini akan terus terjadi ketika kecintaan kita pada bahan pangan lokal terus menguat," ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog itu mengatakan para peserta upacara Hari Pramuka kali ini juga tak disediakan air minum kemasan. Ia berkata kepedulian akan kelestarian lingkungan bukan sekadar formalitas dan seremonial belaka, melainkan menjadi soft skill setiap anggota Pramuka.

"Dari sini diharapkan dapat berkembang hard skill bagi segenap anggota Pramuka untuk setiap saat dapat melakukan aksi nyata perang terhadap sampah plastik," tuturnya.

Buwas memastikan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan mulai dari kwartir nasional sampai gugus depan, bahkan dalam kehidupan pribadi anggota Pramuka akan menolak penggunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan.

Menerutnya, anggota Pramuka bertekad semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan kembali dan menghindari produk sampah yang berbahaya bagi lingkungan, termasuk penggunaan produk plastik sekali pakai.

"Terus menerus mengupayakan daur ulang terhadap produksi sampah yang tidak dapat dihindari. Khususnya dengan berupaya menjadikan sebagai kompos yang bermanfaat untuk pupuk pertanian," ujarnya. (fra/fea)