Kebakaran Kilang Pertamina di Balikpapan Berhasil Dipadamkan

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 14:04 WIB
Kebakaran Kilang Pertamina di Balikpapan Berhasil Dipadamkan Ilustrasi kilang minyak kebakaran. (REUTERS/Andreas Gebert)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran di salah satu titik kilang minyak Pertamina RU V Balikpapan sudah berhasil dipadamkan. Region Manager Communication Relation dan CSR Kalimantan Heppy Wulansari mengatakan pemadaman dilakukan hingga pukul 12.15 WITA.

"Api yang diduga muncul sekitar pukul 9.30 WITA telah berhasil dipadamkan pada pukul 12.15 WITA," kata Heppy dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (15/8).

Heppy menjelaskan pemadaman dilakukan dengan menggunakan media foam dan air. Petugas dilapangan mengerahkan 4 unit mobil Pemadam Kebakaran dan 1 unit trailer foam.

Kendati begitu, Heppy masih belum bisa memastikan penyebab kebakaran dan unit yang terbakar. Ia hanya menegaskan bahwa operasional kilang minyak tertap berjalan.


"Pertamina akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut," ujar dia.

Selanjutnya tim Pertamina juga akan menyisir kawasan warga sekitar untuk memastikan kondisi aman. Pertamina juga menyefiakan sejumlah alat antisipasi kebakaran dan masker bagi warga sekitar.

"Tim Pertamina sudah mengunjungi pemukiman masyarakat yang berada di sekitar kilang untuk memastikan masyarakat dalam keadaan aman," jelas dia.

Insiden di Kilang Minyak Balikpapan bukan kali pertama terjadi. Pada April 2019, terjadi kebocoran dari patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan.

Manajer Komunisasi dan CSR Regional Kalimantan Pertamina Yudi Nugraha mengungkapkan satu dari dua pipa minyak mentah yang mengantarkan minyak ke kilang Balikpapan mengalami pergeseran sekitar 100 meter dari posisi awal di dasar Teluk Balikpapan. Pergeseran tersebut akibat kekuatan dari luar.

Akibatnya, aliran minyak ke kilang Balikpapan terganggu dan terjadi tumpahan minyak di perairan Balikpapan.

Insiden tumpahan minyak Pertamina juga terjadi di perairan Karawang, 30 Juli lalu. Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, dalam sehari ada sekitar 2.000 karung limbah minyak mentah yang terkumpul.
[Gambas:Video CNN] (ctr/gil)