ICW Ingatkan Jokowi Jangan Pilih Menteri yang Loyal ke Parpol

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 08:05 WIB
ICW Ingatkan Jokowi Jangan Pilih Menteri yang Loyal ke Parpol Presiden Jokowi disarankan memilih menteri yang tak punya cacat hukum di masa lalu. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Corruption Watch (ICW) menyarankan agar Presiden Joko Widodo tidak memilih menteri yang tidak loyal dan tidak memiliki integritas.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan ada tiga indikator yang harus dimiliki seorang menteri, terutama mereka yang berasal dari partai politik dan memiliki kepentingan.

"Integritas ini menjadi sangat penting. Kita berharap kepada Pak Jokowi melakukan background check kepada calon menterinya. Jangan sampai dia memilih orang yang punya persoalan hukum masa lalu, punya cacat integritas, karena itu justru akan menjadi sandera untuk dia sebagai presiden," kata Donal di kantor ICW, Jakarta, Kamis (15/8).


Selain integritas, Donal mengatakan menteri harus loyal kepada presiden. Loyalitas menjadi penting karena menteri yang berasal dari partai politik memiliki sejumlah kepentingan.

Donal menuturkan menteri akan bersikap profesional saat mengemban tugas jika punya loyalitas kepada presidennya. Ia pun menyinggung potensi gejolak loyalitas yang terjadi di masa-masa akhir kepemimpinan Jokowi nanti.

"Apalagi di periode kedua di mana sejumlah elite parpol sudah melirik 2024, jadi ini ironis. Pak Jokowi belum dilantik saja, menteri-menteri dan elite partai sekarang melirik 2024. Berbagai macam manuver terlihat," jelasnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan komposisi kabinet selanjutnya bakal lebih banyak diisi kalangan profesional ketimbang partai politik.

Jokowi menyebut porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen. Bahkan, kata Jokowi, kabinetnya nanti akan diisi kalangan generasi muda. Ada menteri muda yang berusia di bawah 30 tahun. 

Pengamat politik Centre for Strategic of International Studies (CSIS) J Kristiadi menyinggung soal calon menteri muda yang disebut Jokowi itu.

Kristiadi menyebut kemudaan harus diikuti syarat-syarat lain yang tak kalah penting. 

"Saya tentu melihat milenial banyak lebih pintar dari saya. Tapi ukuran harus komplet. Milenial tahu manajerial, milenial tahu fungsinya, apa kerjaan dia, apa pengetahuannya," kata Kris.

Ia juga menilai menteri muda harus memiliki kompetensi moral dan memiliki sikap dewasa.

"Terpenuhi enggak persyaratan pokok itu dulu? Kalau asal milenial saya enggak setuju juga" ucapnya.

[Gambas:Video CNN] (ani/wis)