Polisi Terbakar saat Demo Cianjur Alami Luka Bakar 64 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 13:54 WIB
Polisi Terbakar saat Demo Cianjur Alami Luka Bakar 64 Persen Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aiptu Erwin, anggota polisi yang terbakar saat mengamankan aksi demo di Cianjur, menderita luka bakar mencapai 64 persen.

"Luka bakarnya itu 64 persen dengan trauma inhalasi kemungkinan besar karena dia menghirup udara panas atau asap atau api," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak saat dikonfirmasi, Jumat (16/8).

Disampaikan Musyafak, luka bakar yang diderita korban menyebabkan banyak pembuluh darah yang terbuka. Hal itu mengakibatkan banyak cairan keluar.


"Luka bakarnya luas menyebabkan pembuluh darah kaviler kan terbuka banyak cairan keluar, kami langsung penanganan cairan," ujarnya.

Musyafak menyampaikan bahwa kondisi Aiptu Erwin saat ini stabil. Meski begitu, korban membutuhkan penanganan khusus untuk luka bakar yang dideritanya.

Dengan kondisi itu, dikatakan Musyafak, korban mesti dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Hal itu lantaran di RSPP mempunyai ruangan khusus. Sedangkan, RS Polri hanya memiliki ruangan isolasi umum.

"Untuk pelayanan maksimal kami koordinasi dengan RSPP kami rujuk ke sana. Penanganan bareng-bareng dari RSPP dan dokter dari kami," ucap Musyafak.

Polisi diketahui telah mengamankan 30 orang peserta aksi unjuk rasa di Cianjur yang berujung pada terbakarnya anggota kepolisian. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari 30 orang tersebut.

"Saat ini sudah 30 orang peserta unjuk rasa yang sudah diamankan oleh kepolisian. Mereka dari beberapa elemen, masih dalam proses riksa," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Diketahui api yang digunakan mahasiswa untuk bakar ban pada Kamis (15/8) menyambar Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur dan Bripda Anif, saat hendak memadamkan api.

Aksi demo OKP Cipayung Plus itu diikuti sekitar 50 orang yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, seperti DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF.

Unjuk rasa dilakukan terkait pengangguran, sempitnya lahan pekerjaan, dan kurangnya sarana pendidikan masyarakat Cianjur.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)