Fahri Anggap Sentilan soal Studi Banding Bukan Buat DPR

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 15:06 WIB
Fahri Anggap Sentilan soal Studi Banding Bukan Buat DPR Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menilai sentilan Presiden Joko Widodo terkait studi banding bukan ditujukan buat DPR, tetapi jajaran para menterinya. Fahri menilai, para pembantu Jokowi selama ini lebih sering berpergian ke luar negeri untuk studi banding.

"Saya kira itu singgungan kepada eksekutif lebih banyak ya. Tadi saya lihat pidato itu banyak untuk eksekutif. Teguran kepada eksekutif," kata Fahri di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Jokowi sendiri sempat mempertanyakan tujuan studi banding saat berpidato di Sidang Tahunan MPR, hari ini, Jumat (16/8). Menurut Jokowi, segala informasi saat ini sudah bia diakses dengan internet melalui ponsel.


Fahri menilai terdapat perbedaan fungsi antara legislatif dan eksekutif saat kunjungan kerja ke luar negeri. Bagi Fahri, ketika anggota dewan ke luar negeri selama ini semata-mata mengusung misi diplomasi bagi Indonesia.
Hal itu berbanding terbalik dengan kunjungan kerja para menteri. Menurutnya, menteri-menteri selama ini ke luar negeri justru yang kerap belajar soal persoalan teknis.

"Kalau eksekutif itu kan studi banding, kalau DPR berdiplomasi. Jadi saya kira beda fungsi. Lobi-lobi internasional itu dilakukan oleh lembaga politik seperti DPR," kata dia

Melihat hal itu, Fahri berpesan sudah sewajarnya kegiatan teknis bisa dipelajari oleh para menteri melalui internet ketimbang studi banding ke luar negeri.

"Presiden bilang kita harus cepat, kita harus cepat, tapi ada perasaan orang kita lamban, loh itu bukan adress-nya kepada rakyat, kepada kabinet. Harusnya yang kaget ini kabinet," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)