Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pengamanan difokuskan di Istana. Selain untuk memberikan keamanan, pasukan tersebut juga dikerahkan untuk antisipasi teror.
"Di Jakarta, pengamanan khususnya fokus di Istana. Itu SOP-nya di atas 5.000 personel, sama teman-teman TNI (jadi) sekitar 7.500 hingga 8.000, karena kita tetap antisipasi teror," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Signal teror itu akan terus melakukan serangan di setiap event nasional, dia selalu mencari momen itu. Kita tidak boleh lengah, Densus tetap siaga. Ini momentum negara bisa dimanfaatkan oleh orang-orang pelaku teror, oleh JI atau JAD melakukan serangan," tuturnya.
Dalam upacara itu para pejabat negara dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif hadir.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)