Mendagri Perintahkan Lukas Enembe Tak Tinggalkan Papua

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 17:13 WIB
Mendagri Perintahkan Lukas Enembe Tak Tinggalkan Papua Mendagri Tjahjo Kumolo mengusulkan pertemuan Gubernur Papua Lukas Enembe dengan Gubernur Jatim dilakukan jika situasi Papua sudah kondusif. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan Gubernur Papua Lukas Enembe tidak meninggalkan daerahnya usai peristiwa di Surabaya dan Malang yang berujung kerusuhan di Manokwari dan Sorong. Enembe sebelumnya disebut bakal bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membahas insiden tersebut.

"Sekarang menyelesaikan permasalahan di daerah dulu, gubernur untuk tidak meninggalkan daerah dulu. Kalau sudah kondusif, silakan mau ketemu dengan Gubernur Jatim," ujar Tjahjo di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (20/8).


Tjahjo juga mengusulkan agar Enembe bertemu mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang terlibat dalam insiden tersebut. Ia juga mengusulkan agar Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ikut hadir dalam pertemuan.


"Soal waktunya terserah Gubernur Papua dan Jatim kapan," katanya.
Mendagri Perintahkan Lukas Enembe Tak Tinggalkan PapuaGubernur Papua Lukas Enembe. (CNN Indonesia/ M. Arby Rahmat)

Insiden pengepungan di depan asrama mahasiswa Surabaya sempat memanas ketika sejumlah personel kepolisian memaksa masuk sambil membawa senjata pelontar gas air mata pada Sabtu (17/8) lalu.


Insiden itu berimbas pada situasi di Manokwari yang memanas pada Senin (19/8) pagi. Aksi juga disertai pembakaran gedung DPR dan MRP Papua Barat. Selain Manokwari, aksi juga digelar di sejumlah kota seperti Jayapura.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, pada 16-17 Agustus 2019.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas nama masyarakat Jatim, sekali lagi (kejadian tersebut) itu tidak mewakili masyarakat Jatim," ujar Khofifah saat ditemui di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8).

Khofifah mengatakan insiden yang menimpa mahasiswa Papua itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Oknum tersebut diduga sengaja membuat provokasi untuk menyulut massa.


[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)