Lenis mengatakan setiap Ormas perlu mengendalikan diri ketika menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, tak ada yang melarang Ormas dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum, selagi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Tapi jangan mengkhianati satu di antara kita dengan yang lain. Apalagi kata-kata yang binatang lah, suruh pulang lah. Itulah yang kurang baik membuat sakit hati orang Papua," kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lenis menyatakan bahwa masyarakat Papua juga bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia meminta masyarakat Bumi Cenderawasih diperlukan sama karena merupakan bagian dari bangsa dan negara Indonesia.
"Saya tidak mau lagi terjadi kedua dan ketiga kali, itu beda lagi saya punya konsepnya, pikirkan jangan bikin kacau lagi. Pokonya saya tidak mau dengar lagi kejadian kayak berikut lagi. Ini cukup kejadian ini," ujarnya.
Lenis mengatakan masyarakat Papua yang sempat marah kemarin hari ini sudah kembali seperti biasa. Menurutnya, masyarakat Papua tak mendendam dan mudah memaafkan. Namun, kata Lenis, masyarakat Papua ingin sesama rakyat Indonesia saling menghargai.
"Kita sebagai anak bangsa sama-sama harus jaga. Itu penting bagi masyarakat Indonesia," ujarnya. Sebelumnya, Asrama Mahasiswa Papua, di Kalasan, Kota Surabaya, Jawa Timur digeruduk ratusan massa yang berasal dari sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) pada Jumat (16/8) siang.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dari ratusan massa yang memadati depan asrama mahasiswa itu, ada yang mengenakan atribut ormas Front Pembela Islam (FPI) dan Pemuda Pancasila (PP).
Namun, sebagian besar dari mereka mengenakan pakaian bebas. Sekelompok orang dari massa tersebut menyanyikan lagu bernada kebencian dengan lantang yang ditujukan bagi penghuni asrama mahasiswa.
Insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya itu memicu demonstrasi di Jayapura, Papua, hingga Manokwari dan Sorong, Papua Barat. Demonstrasi itu pun berujung kericuhan hingga pembakaran sejumlah fasilitas umum.
[Gambas:Video CNN]
(fra/ain)