"Saya tadi dialog dengan RRI Manokwari, ada kegelisahan dari orang tua mahasiswa. Tapi pertemuan ini menjadi bukti bahwa semuanya aman," ujar Sutiaji di Malang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/8).
Ia memastikan tidak ada ancaman maupun sweeping kepada mahasiswa Papua yang ada di Malang. Sutiaji juga mengingatkan pada seluruh masyarakat kota Malang agar menjaga keamanan untuk mengantisipasi bentrok terulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan selama ini para mahasiswa asal Papua dapat melakukan aktivitas dengan aman dan damai tanpa ada permasalahan.
"Studi mereka lancar, aman, damai, normal-normal saja. Ini penting untuk diketahui publik dan itu membuktikan kondisi di kota Malang ini dijaga," ucap Edi.
Dalam pertemuan tersebut, salah seorang mahasiswa asal Papua, Mauridz Jimmy Taran mengaku aman dan nyaman selama empat tahun tinggal di Malang. Ia mengingatkan agar masyarakat Papua tak terprovokasi atas isu apa pun yang tak bertanggung jawab.
"Jika belum jelas sumbernya, jangan terprovokasi. Kita semua Indonesia, mari jaga persatuan dan kesatuan," tuturnya.
Sementara itu pihak kepolisian yang ikut dalam pertemuan juga memastikan tidak ada lagi permasalahan antara warga dengan mahasiswa asal Papua.
Bentrokan pun tak dapat dihindari. Dua kelompok terlibat aksi saling lempar batu sehingga membahayakan para pengedara kendaraan motor yang melintas.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas bentrokan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (pris/antara)