Salah satu perwakilan AMT, Steven Eduard mengaku kecewa dengan sikap Jokowi yang justru hanya sebatas meminta masyarakat Papua memaafkan tindakan rasial yang dialami mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur.
Menurutnya, pernyataan Jokowi yang sekadar imbauan itu tak bisa menjamin bahwa tindakan serupa tak akan terjadi lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya dia yang melakukan. Karena dia membiarkan, hal itu sampai bisa melebar. Bayangkan di Jayapura aman terkendali, tapi yang menonjol di Manokwari dan Sorong. Itu kan amarah publik. Kalau pemerintah bertindak cepat hal itu tak terjadi," tuturnya.
Eduard menyatakan tindakan rasial tersebut bukan kali ini saja dialami masyarakat Papua, tetapi sudah terjadi beberapa tahun lalu. Bahkan, kata Eduard, kemungkinan perlakuan rasial ini berlangsung sejak Indonesia menganeksasi wilayah Papua.
"Kami siap melawan hal itu. Kami meminta supaya oknum TNI itu dipecat secara tidak terhormat," kata Eduard menambahkan.
Eduard menyatakan berdasarkan pengakuan mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua, tak ada yang melakukan pencopotan bendera merah putih sampai membuangnya ke selokan saat menjelang 17 Agustus lalu.
Bukti pencopotan merah putih juga tak ditemukan setelah 43 mahasiswa itu diperiksa. Eduard menyebut para mahasiswa itu tak keberatan bendera merah putih dipasang di sana.
"Tidak ada yang menunjukkan adik-adik ini yang melakukan pengerusakan atau membuang bendera itu ke selokan," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi mengakui ada hal yang membuat masyarakat Papua tersinggung. Namun, mantan Wali Kota Solo itu mengajak masyarakat Papua bersikap memaafkan.
"Jadi, saudara-saudaraku, Pakce Mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik," kata Jokowi.
Jokowi meminta masyarakat Papua percaya kepada pemerintah. Kata Jokowi, pemerintah berusaha menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.
"Yakinlah pemerintah menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pakce Mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/wis)